Padang, (AntaraSumbar) - Program Magister Antropologi Universitas Andalas (Unand) Padang, menghadirkan antropolog asal Belanda, Prof Laurens Bakker dari Universitas Amsterdam guna membahas permasalahan tentang konflik organisasi masyarakat dengan pemerintah atau sipil lainnya, pada Rabu.
"Tujuan mengadirkan guru besar antropologi tersebut guna membagikan ilmunya kepada mahasiswa terutama tentang mediasi dalam menangani konflik ormas tersebut," kata dosen sekaligus promotor Dr. Maskota Delfi.
Dia menyebutkan antropolog Belanda tersebut didatangkan untuk memberikan pengalamannya saat melakukan penelitian kepada mahasiswa.
Terutama penelitiannya dalam memberikan solusi dan penanganan konflik di Provinsi Kalimantan Timur.
Mengingat Prof Laurens Bakker telah lama melakukan riset dan pendalaman beberapa ormas adat yang ada di provinsi tersebut.
"Secara keseluruhan nilai pembelajaran antropologinya menjadi poin penting kehadiran guru besar tersebut," ujarnya.
Sebab dengan begitu mahasiswa mendapat kesempatan langka bertemu salah satu antropolog hebat dunia tersebut.
"Kedatangan antropolog ini juga bagian dari kerja sama Unand dengan Universitas Amsterdam," katanya.
Sementara itu dalam kuliahnya, Prof Laurens Bakker menyinggung masalah militansi ormas adat yang mengutamakan kepentingan golongan dan tidak sesuai peraturan pemerintah.
Akibatnya terjadi silang pendapat yang berujung sengketa seperti yang terjadi antara ormas adat suku Dayak dengan pemerintah lokal setempat.
Selain itu adanya keterikatan dengan rezim orde baru menjadi warna tersendiri kemunculan konflik tersebut, ujarnya. (*)