Balai BPOM Padang Miliki Bina 13 Desa Paman
Jumat, 18 Desember 2015 16:31 WIB
Logo BPOM. (int)
Padang, (AntaraSumbar) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang membina 13 desa di provinsi setempat untuk menjadi Desa Pangan Aman (Desa Paman).
"Sepanjang 2015, ada 13 desa yang dibina yang ada di Kabupaten Solok, Lima Puluh Kota, Kota Pariaman, Padang, Bukittinggi dan Sawahlunto," kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Padang Rahilda Murni di Padang, Jumat.
Ia mengatakan pembinaan diawali dengan pemantapan komitmen dengan pemerintah daerah hingga nagari untuk menjadi "Desa Paman".
"Komitmen dari pihak yang dibina tersebut sangat diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan maksimal," katanya.
Proses selanjutnya, ia menambahkan, diberikan pendidikan dan pelatihan bagi para kader untuk kemudian diteruskan ke warga di wilayah pembinaan.
"Pemilihan kader dilakukan oleh wali nagari (kepala desa) setempat dengan kriteria sebelumnya sudah pernah menjadi kader sehingga tanggung jawab yang diberikan BPOM tidak menjadi beban bagi mereka," tambahnya.
Ia menjelaskan setelah pembinaan dilakukan, warga harus mempraktikkan pengetahuan yang diterima dalam kehidupan sehari-harinya.
"Misalnya industri rumah tangga dan pedagang keliling, mereka harus menerapkan penggunaan alat dan bahan yang aman dalam memproduksi pangan yang diperjualbelikan," tambahnya.
Dalam program tersebut, telah menghasilkan tiga "Desa Paman" berprestasi di Sumbar yaitu Nagari Cupak di Kabupaten Solok, Desa Silungkang Tigo di Kota Sawahlunto dan Kelurahan Banda Buek di Padang.
Ia menargetkan pada 2016 akan ada penambahan nagari binaan sehingga diharapkan setiap wilayah yang telah dibina dapat menularkan hasil binaan pada wilayah lain agar dapat memproduksi pangan aman.
Wali Nagari Cupak Dasril mengatakan, warga Cupak sangat mengapresiasi program pembinaan tersebut.
Menurutnya, meski telah beprestasi namun Nagari Cupak masih membutuhkan binaan dari BPOM. Selain itu ia mengharapkan akan ada penambahan wilayah binaan untuk pangan aman ke depannya. (cpw)
"Sepanjang 2015, ada 13 desa yang dibina yang ada di Kabupaten Solok, Lima Puluh Kota, Kota Pariaman, Padang, Bukittinggi dan Sawahlunto," kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Padang Rahilda Murni di Padang, Jumat.
Ia mengatakan pembinaan diawali dengan pemantapan komitmen dengan pemerintah daerah hingga nagari untuk menjadi "Desa Paman".
"Komitmen dari pihak yang dibina tersebut sangat diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan maksimal," katanya.
Proses selanjutnya, ia menambahkan, diberikan pendidikan dan pelatihan bagi para kader untuk kemudian diteruskan ke warga di wilayah pembinaan.
"Pemilihan kader dilakukan oleh wali nagari (kepala desa) setempat dengan kriteria sebelumnya sudah pernah menjadi kader sehingga tanggung jawab yang diberikan BPOM tidak menjadi beban bagi mereka," tambahnya.
Ia menjelaskan setelah pembinaan dilakukan, warga harus mempraktikkan pengetahuan yang diterima dalam kehidupan sehari-harinya.
"Misalnya industri rumah tangga dan pedagang keliling, mereka harus menerapkan penggunaan alat dan bahan yang aman dalam memproduksi pangan yang diperjualbelikan," tambahnya.
Dalam program tersebut, telah menghasilkan tiga "Desa Paman" berprestasi di Sumbar yaitu Nagari Cupak di Kabupaten Solok, Desa Silungkang Tigo di Kota Sawahlunto dan Kelurahan Banda Buek di Padang.
Ia menargetkan pada 2016 akan ada penambahan nagari binaan sehingga diharapkan setiap wilayah yang telah dibina dapat menularkan hasil binaan pada wilayah lain agar dapat memproduksi pangan aman.
Wali Nagari Cupak Dasril mengatakan, warga Cupak sangat mengapresiasi program pembinaan tersebut.
Menurutnya, meski telah beprestasi namun Nagari Cupak masih membutuhkan binaan dari BPOM. Selain itu ia mengharapkan akan ada penambahan wilayah binaan untuk pangan aman ke depannya. (cpw)
Pewarta : Ira Febrianti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
OVOP Dharmasraya diluncurkan, dorong produk unggulan desa dan daya saing UMKM
20 January 2026 13:35 WIB
Pembangunan Huntara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak Agam segera rampung (Video)
18 January 2026 13:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018