Legislator: Kondisi Embung Gunung Malelo Membahayakan
Senin, 7 Desember 2015 20:32 WIB
Painan, (AntaraSumbar) - Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Ikal Jonedi mengatakan kondisi Embung Gunung Malelo yang terletak di Kecamatan Sutera di daerah itu dalam kondisi membahayakan.
"Embung secepatnya harus ditangani dan menjadi perhatian pemerintah kabupaten," katanya ketika melakukan peninjauan langsung ke lokasi, di Sutera, Senin.
Ia mengatakan terlepas siapa yang melakukan perawatan terhadap embung yang terpenting pemerintah kabupaten harus menurunkan tim terlebih dahulu.
"Jangan beranggapan karena embung ini dikerjakan oleh provinsi jadi sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya provinsi, ini lebih dari itu karena ratusan nyawa saat ini dalam kondisi terancam," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Polsek Sutera, Iptu Zulkifli yang diwakili Kanit Binmas, Polsek Sutera, Aiptu Zamril yang juga mengunjungi embung meminta pemerintah daerah secepatnya memberikan reaksi.
"Harus ada tim dari kabupaten yang turun untuk mengecek embung dan pintu embung yang mengalami kerusakan segera diperbaiki," ujarnya.
Ia juga mengimbau warga yang tinggal di lokasi embung untuk waspada dengan kemungkinan-kemungkinan akan yang akan terjadi.
"Hal yang terburuk embung ini bisa jebol untuk itu kami imbau warga selalu bersiaga," ujarnya.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Sutera, Ramadhan mengatakan pintu embung sudah mengalami kerusakan sejak tiga tahun terakhir.
"Akibatnya embung tidak bisa dimanfaatkan petani dan sebaliknya keberadaannya malah menjadi ancaman," katanya.
Tokoh masyarakat setempat, Syaprisal yang juga mengunjungi lokasi meminta pemerintah untuk turun tangan dan embung secepatnya bisa diperbaiki.
"Dengan kondisi seperti saat ini kami nilai pemerintah mempermainkan keselamatan masyarakat, untuk itu kami minta perbaikan embung secepatnya dilakukan," katanya.
Ia menjelaskan setidaknya seratus lebih kepala keluarga terancam apabila Embung Gunung Malelo ini jebol.
Menurut data di lokasi Embung Gunung Malelo mempunyai luas genangan 2,72 Hektare dan volume tampung 135.000 meter kubik air, dibangun pada 2006. (cpw10)
"Embung secepatnya harus ditangani dan menjadi perhatian pemerintah kabupaten," katanya ketika melakukan peninjauan langsung ke lokasi, di Sutera, Senin.
Ia mengatakan terlepas siapa yang melakukan perawatan terhadap embung yang terpenting pemerintah kabupaten harus menurunkan tim terlebih dahulu.
"Jangan beranggapan karena embung ini dikerjakan oleh provinsi jadi sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya provinsi, ini lebih dari itu karena ratusan nyawa saat ini dalam kondisi terancam," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Polsek Sutera, Iptu Zulkifli yang diwakili Kanit Binmas, Polsek Sutera, Aiptu Zamril yang juga mengunjungi embung meminta pemerintah daerah secepatnya memberikan reaksi.
"Harus ada tim dari kabupaten yang turun untuk mengecek embung dan pintu embung yang mengalami kerusakan segera diperbaiki," ujarnya.
Ia juga mengimbau warga yang tinggal di lokasi embung untuk waspada dengan kemungkinan-kemungkinan akan yang akan terjadi.
"Hal yang terburuk embung ini bisa jebol untuk itu kami imbau warga selalu bersiaga," ujarnya.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Sutera, Ramadhan mengatakan pintu embung sudah mengalami kerusakan sejak tiga tahun terakhir.
"Akibatnya embung tidak bisa dimanfaatkan petani dan sebaliknya keberadaannya malah menjadi ancaman," katanya.
Tokoh masyarakat setempat, Syaprisal yang juga mengunjungi lokasi meminta pemerintah untuk turun tangan dan embung secepatnya bisa diperbaiki.
"Dengan kondisi seperti saat ini kami nilai pemerintah mempermainkan keselamatan masyarakat, untuk itu kami minta perbaikan embung secepatnya dilakukan," katanya.
Ia menjelaskan setidaknya seratus lebih kepala keluarga terancam apabila Embung Gunung Malelo ini jebol.
Menurut data di lokasi Embung Gunung Malelo mempunyai luas genangan 2,72 Hektare dan volume tampung 135.000 meter kubik air, dibangun pada 2006. (cpw10)
Pewarta : Didi Someldi P
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018