Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes Dharmasraya investigasi temuan ulat pada menu MBG

Selasa, 21 April 2026 12:46 WIB
Image Print
Kendaraan Dinas Kesehatan bersama instansi terkait saat kunjungan ke SD 21 Pulau Punjung, Senin (20/4). ANTARA/HO-Dok

Pulau Punjung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan investigasi terkait temuan ulat pada menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar di daerah itu.

Kepala Dinkes Dharmasraya, Yosta Defina, di Pulau Punjung, Selasa, mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung sekolah penerima manfaat makanan tersebut pada Senin (20/4).

"Kita dari Dinkes dan disdik telah turun ke sekolah. Dan betul temuan ulat pada menu MBG ini benar adanya," katanya.

Ia mengemukakan temuan ulat terdapat pada menu Telur Saus Asam Manis program MBG hari Jumat (17/4). Informasi awal terkait hal itu di dapat dari unggahan masyarakat di media sosial.

Ia mengatakan temuan ulat terjadi pada penerima manfaat di Sekolah Dasar Negeri 21 Pulau Punjung. Dapur penyedia program MBG di sekolah tersebut diketahui milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Medan Yayasan Gizi Utama Nusantara.

Ia memastikan proses investigasi tidak berhenti pada sekolah tempat temuan ulat ditemukan, tetapi juga pada dapur penyedia makanan yang menjadi sumber pasokan.

"Dalam waktu dekat kita juga akan turun ke dapur yang menyediakan makanan untuk melihat SOP yang dijalankan, bagaimana pengolahan, penyajian, hingga pendistribusiannya. Setelah itu baru dapat disampaikan hasilnya," ujar dia.

Ia memastikan kondisi kesehatan anak-anak setelah menyantap menu MBG pada hari itu tidak ada yang mengalami keluhan kesehatan.

Ia menambahkan sebelum kejadian temuan ulat juga sudah banyak keluhan dari penerima manfaat terhadap menu MBG yang disajikan.

"Informasinya banyak keluhan terkait menu yang diterima, memang tidak selalu, tapi ada. Seperti misalnya buah busuk hingga menu tidak sesuai selera. Dan ini telah disampaikan ke ahli gizi dapur, namun informasinya laporan terkesan tidak direspon," ujarnya.

Sementara, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gunung Medan, Permadi Sukma Saputra, juga membenarkan terkait temuan ulat pada menu MBG.

Ia mengatakan bahwa kejadian yang ditemukan pada Jumat (17/4) kemarin di sekolah tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pihaknya.

"Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk menjadi lebih baik," ujarnya.

Ia mengatakan SPPG Gunung Medang juga memberhentikan sementara penyaluran program MBG ke sekolah tersebut. Pihaknya juga menyebutkan tim Dinkes setempat telah melakukan investigasi terkait temuan itu.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026