Pengamat: Sejumlah Anak Tewas Dalam Pemboman di Suriah
Senin, 14 Januari 2013 7:49 WIB
Beirut, (ANTARA/AFP) - Pemboman menargetkan kota Hazzeh timur di Damaskus menewaskan sedikitnya sembilan orang pada Ahad, termasuk sejumlah anak, kata pengamat, saat rezim Suriah menekankan serangannya terhadap pemberontak.
Pesawat-pesawat tempur juga memukul zona pemberontak di pinggiran Damaskus dan di provinsi utara Aleppo, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menambahkan. Akibatnya korban tewas menjadi 100 orang secara nasional pada Minggu, termasuk 14 anak-anak.
"Setidaknya sembilan warga sipil, banyak dari mereka anak-anak, tewas dalam penembakan di daerah Hazzeh Timur Ghuta," katanya, mengacu pada pinggiran timur ibu kota.
Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak dapat segera mengonfirmasikan berapa banyak anak-anak yang tewas dalam pemboman itu, tetapi "setidaknya dua dari korban berusia di bawah empat tahun."
Video amatir disiarkan di Internet oleh para aktivis berbasis di Hazzeh menunjukkan seorang pemuda membawa tubuh berlumuran darah seorang anak muda.
Rekaman mengerikan, yang tidak bisa diverifikasi, juga menunjukkan korban lainnya berbaring di lumpur. Setidaknya dua dari mayat yang ditunjukkan adalah jenazah anak-anak.
Observatori mengatakan lebih dari 3.500 anak-anak telah tewas di Suriah sejak pemberontakan damai yang pecah pada Maret 2011 dan berubah menjadi pemberontakan bersenjata setelah tindakan keras oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad.
Pertempuran juga berkobar di dekat pangkalan satu brigade militer yang bertugas melindungi bandara Aleppo.
Selanjutnya di utara Aazaz, dekat perbatasan Turki, 10 warga sipil tewas dalam serangan udara, kata Observatorium yang berbasis di Inggris itu.
Pengawas, yang bergantung pada jaringan aktivis, dokter dan pengacara di dalam wilayah Suriah, juga melaporkan bentrokan sengit antara pemberontak dan tentara di Daraya dan di kabupaten Barzeh di utara Damaskus.
Di Jaramana, pinggiran ibu kota dan rumah sebagian besar suku minoritas Druze serta Kristen, seorang pria tewas oleh tembakan meriam, sementara bentrokan sengit pecah di sekitar sebuah bangunan keamanan di kota terdekat, Mleha.
Kekerasan di sekitar ibu kota telah meningkat sejak militer meluncurkan serangan terhadap pemberontak yang pindah ke beberapa lingkungan penduduk pada Juli lalu.
PBB mengatakan bahwa lebih dari 60.000 orang telah tewas sejak
pemberontakan pecah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selain Jonatan Christie, sejumlah unggulan absen dari Indonesia Masters 2026
20 January 2026 10:35 WIB
Pemkab Padang Pariaman tingkatkan kesiagaan karena debit air sejumlah sungai meningkat
02 January 2026 18:08 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018