Padang, (Antara) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Barat, menyatakan jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di provinsi itu menurun pada minggu ke 41 tahun 2015.


"Setiap minggu kita melakukan pendataan terhadap penderita ISPA di seluruh daerah. Saat ini jumlah penderita sebanyak 2.473 orang," kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Barat, Reydonnizar Moenek, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri dalam konferensi pers di Padang, Kamis malam.


Dibandingkan pada minggu-minggu sebelumnya, angka tertinggi terjadi pada minggu 35 (30 Agustus - 6 September) dengan jumlah 5.698 orang, minggu 36 dengan angka 3.123 orang.


Menurutnya, hal itu dikarenakan telah timbulnya kesadaran masyarakat terhadap ancaman kesehatannya masing-masing.


"Dengan turunnya angka itu kami berpendapat kesadaran masyarakat akan kesehatan telah timbul, dan memproteksi diri seperti menggunakan masker," katanya.


Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri menambahkan selain ISPA, asap juga berpengaruh terhadap mata dan kulit. Sehingga diharapkan masyarakat tidak hanya fokus terhadap ISPA saja.


"Umumnya penderita akan mengeluh dan merasa gatal di bagian kulit, sedangkan mata bisa mengalami iritasi," jelasnya.


Rosnini mengimbau, agar masyarakat tetap menggunakan masker dalam menjalankan aktivitas masing-masing.


Sebelumnya untuk daerah Sumbar, berdasarkan pengukuran Konsentrasi partikel debu (PM10), kualitas udara Kabupaten Dharmasraya dinyatakan berbahaya. 


Selain itu juga terdapat daerah lain yang berkategori sangat tidak aman, yaitu Kota Padang Panjang, Payakumbuh, Bukittinggi, Sawahlunto, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Sijunjung, serta Agam.


Pj Gubernur Sumbar telah memberikan persetujuan sejumlah daerah yang meminta izin meliburkan sekolah pada Jumat, dan Sabtu besok. Daerah itu adalah Kabupaten Dharmasraya, Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, dan Solok. (*)