
Potensi Listrik Sumbar Bisa Dukung Sektor Industri
Selasa, 3 November 2015 13:45 WIB

Padang, (Antara) - Daya listrik di Sumatera Barat (Sumbar) masih mampu untuk menopang kebutuhan dunia industri karena dari 970 Mega Volt Ampere (MVA) potensi yang ada baru tergarap sebesar 510 MVA.
"Pada beberapa pertemuan dengan pemangku kepentingan, mengemuka persoalan pasokan listrik di Sumbar yang disebut-sebut tidak mencukupi untuk pengembangan industri. Ternyata setelah ditelusuri, hal itu tidak benar. Potensi listrik kita masih mencukupi," kata Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek dihubungi dari Padang, Selasa.
Ia mengatakan, terkait persoalan listrik untuk industri itu, pihaknya telah menghubungi langsung General Manager(GM) PLN wilayah Sumbar.
"Saya dikasih data tertulis dan menurut data itu potensi produksi daya listrik di Sumbar itu secara keseluruhan mencapai, 970 MVA," katanya.
Menurutnya, kebutuhan listrik yang terpakai di daerah itu saat ini baru 510 MVA. Artinya, masih ada 460 MVA yang bisa digunakan untuk mendukung pengembangan dunia industri di Sumbar.
Selain itu menurutnya, Sumbar juga memiliki sumber listrik lain, seperti geothermal (panas bumi) yang masih ada 20 titik.
"Artinya, dari ketersediaan pasokan listrik, di Sumbar masih bisa didirikan beberapa industri lagi," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan agar investor mau menanamkan modal di daerah itu.
Terkait pengembangan indistri tersebut, mantan gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, tidak semua industri yang bisa berkembang di daerah itu.
"Ini berkaitan erat dengan karakter khas orang Sumbar yaitu lebih memilih menjadi wiraswasta ketimbang menjadi buruh," katanya.
Menurutnya, karakter itu harus menjadi salah satu pertimbangan untuk pengembangan industri di Sumbar.
Ia menilai jenis industri yang berpotensi berkembang di Sumbar adalah industri kreatif. (*)
Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
