Logo Header Antaranews Sumbar

Gubernur: Masyarakat Waspadai Potensi Bencana di Lingkungannya

Jumat, 13 November 2015 13:11 WIB
Image Print
Reydonnyzar Moenek (Antara)

Padang, (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing, karena curah hujan diprediksi masih tinggi hingga akhir 2015.

"Masyarakat harus mengetahui potensi bencana yang mungkin ada di lingkungan tempat tinggalnya. Jadi, kalau hujan lebat berlangsung cukup lama, kewaspadaan terhadap potensi bencana itu harus di tingkatkan," kata Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek dihubungi dari Padang, Jumat.

Ia juga mengimbau masyarakat yang berkendara untuk menghindari jalur di perbukitan yang rawan longsor, terutama saat hujan lebat.
"Utamakan keselamatan, tidak usah ambil resiko jika memang tidak terlalu terpaksa," katanya.

Menurut Reydonnyzar, pihaknya saat ini tengah mengikuti rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terkait kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan ini.

"Kita akan sampaikan juga kondisi Sumbar saat memasuki musim penghujan ini kepada ibu menteri," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zuliatno dihubungi dari Padang mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah daerah yang dinilai rawan banjir dan longsor.

"Kita akan fokus pengawasan pada daerah ini, disamping juga daerah yang pernah terjadi bencana serupa," katanya.

Daerah yang cukup rawan bencana bajir dan tanah longsor itu menurutnya, Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok Selatan, dan Padang.

"Berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang, curah hujan di daerah tersebut juga cukup tinggi," katanya.

Terkait dengan antisipasi longsor ia mengatakan pihaknya juga telah memetakan zona rawan longsor dan menyiagakan alat berat pada jalur tersebut.

"Namun yang namanya longsor tidak dapat ditebak, karena tidak pernah tahu wilayah mana yang mengalaminya," ujar dia.

Sebelumnya pada 11 November 2015 terjadi longsor pada sejumlah titik menyebabkan jalur Padang-Solok lumpuh mulai pukul 17.00 WIB.

Salah satu titik terparah berada di kawasan Atapgenteng Indarung sebanyak 500 kubik material longsor berupa tanah dan bebatuan menimbun jalan. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026