Kondisi Udara Pariaman Masih Kategori Tidak Sehat
Jumat, 11 September 2015 14:50 WIB
Pariaman, (Antara) - Kondisi udara di Kota Pariaman, Sumatera Barat, hingga saat ini masih berada pada kisaran 101 hingga 120 UG/meter kubik atau masih berada pada kategori udara tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Yutiardi Rivai, di Pariaman, Jumat, menyebutkan masyarakat diminta terus waspada saat keluar rumah, dan menggunakan masker agar tidak berdampak pada kesehatan.
"Laporan pihak terkait tadi pagi, level udara kita masih berkisar pada level tidak sehat meskipun hujan sudah mulai turun di Pariaman," kata dia.
Namun jika dibandingkan dengan satu pekan terakhir, level udara sudah jauh mengalami perubahan. Saat ini untuk jarak pandang sendiri sudah mencapai satu kilometer bagi para pengguna jalan raya.
Pemantauan level udara sudah dilakukan oleh Dinkes setempat sejak tujuh September 2015 dan akan terus dipantau untuk memastikan daerah itu aman dari kabut asap.
"Kita sangat bersyukur dengan datangnya hujan beberapa hari ini, sehingga kabut asap tidak seburuk satu pekan terakhir," ucap dia.
Meskipun demikian ia tetap mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.
Akibat perubahan cuaca ini sejumlah penyakit juga bisa mengancam kesehatan masyarakat seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
"Imbauan akan terus kita lakukan sampai Kota Pariaman betul-betul aman dari ancaman bahaya kabut asap," tambahnya.
Sementara itu, Eri Suger (45) salah seorang masyarakat setempat menyebutkan dampak kabut asap sedikit berkurang dengan datangnya hujan beberapa hari terakhir.
"Jika dibandingkan dengan beberapa minggu yang lalu, kabut asap sudah mulai menghilang mungkin juga dikarenakan adanya hujan yang mulai turun,"ucap dia. (*)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Yutiardi Rivai, di Pariaman, Jumat, menyebutkan masyarakat diminta terus waspada saat keluar rumah, dan menggunakan masker agar tidak berdampak pada kesehatan.
"Laporan pihak terkait tadi pagi, level udara kita masih berkisar pada level tidak sehat meskipun hujan sudah mulai turun di Pariaman," kata dia.
Namun jika dibandingkan dengan satu pekan terakhir, level udara sudah jauh mengalami perubahan. Saat ini untuk jarak pandang sendiri sudah mencapai satu kilometer bagi para pengguna jalan raya.
Pemantauan level udara sudah dilakukan oleh Dinkes setempat sejak tujuh September 2015 dan akan terus dipantau untuk memastikan daerah itu aman dari kabut asap.
"Kita sangat bersyukur dengan datangnya hujan beberapa hari ini, sehingga kabut asap tidak seburuk satu pekan terakhir," ucap dia.
Meskipun demikian ia tetap mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.
Akibat perubahan cuaca ini sejumlah penyakit juga bisa mengancam kesehatan masyarakat seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
"Imbauan akan terus kita lakukan sampai Kota Pariaman betul-betul aman dari ancaman bahaya kabut asap," tambahnya.
Sementara itu, Eri Suger (45) salah seorang masyarakat setempat menyebutkan dampak kabut asap sedikit berkurang dengan datangnya hujan beberapa hari terakhir.
"Jika dibandingkan dengan beberapa minggu yang lalu, kabut asap sudah mulai menghilang mungkin juga dikarenakan adanya hujan yang mulai turun,"ucap dia. (*)
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda : Pemulihan bencana tidak hanya harus cepat tapi juga harus terukur
28 January 2026 12:29 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018