Kelompok Tani Sungayang Ikuti Mimbar Sarasehan
Selasa, 25 Agustus 2015 22:09 WIB
Batusangkar, (AntaraSumbar) - Pengurus Kelompok Tani se-Kecamatan Sungayang, Tanah Datar, mengikuti Mimbar Sarasehan yang digelar Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Tanah Datar di Aula Pertemuan UPT Pertanian Kecamatan Sungayang.
"Mimbar Sarasehan ini merupakan sebuah wadah forum konsultasi antara kelompok tani-nelayan andalan (KTNA) dengan pemerintah daerah secara berkesinambungan," kata Kepala Bidang Kehutanan Distanbunhut Yanuar saat membuka Mimbar Sarasehan di Sungayang, Selasa.
Ia menyebut dalam kegiatan mimbar sarasehan ini dapat membicarakan, memusyawarahkan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani nelayan dalam rangka pembangunan pertanian.
"Tujuan penyelenggaraan mimbar sarasehan ini untuk terciptanya komunikasi yang harmonis dan berkesinambungan antara pemerintah dengan petani sehingga antara program dan kebijakan pembangunan petani sejalan dengan aspirasi dan kebutuhan petani," katanya.
Selain itu, jelasnya, terjalinnya komunikasi intensif antara sesama anggota KTNA sehingga proses saling bertukar informasi dan pengalaman dapat berlangsung untuk meningkatkan wawasan dan pola pikir dalam mengembangkan usaha taninya.
"Sebagai dasar bagi pemerintah dalam menetapkan arah pembangunan pertanian dan pedoman bagi organisasi KTNA dalam menetapkan program kerjanya," katanya.
Selain itu juga sebagai dasar dan masukan bagi para penyuluhan pertanian dalam menyusun program penyuluhan pertanian.
Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sungayang Wilson mengharapkan para anggota KTNA yang sebagian besar juga sebagai ketua kelompok tani dapat meningkatkan peran sertanya dalam kegiatan pembangunan pertanian di wilayah masing-masing sesuai potensi dan sumber daya alam setempat.
Ia menyebut petugas penyuluh pertanian akan membantu kelompok tani tidak hanya dalam hal peningkatan kualitas SDM tetapi juga membantu membuat usulan dan permohonan bantuan sarana produksi dan sarana prasarana pertanian lainnya kepada pemerintah sesuai dengan kebutuhan dan potensi SDA yang tersedia.
"Kita akan dukung kelompok tani yang aktif dengan program-program bantuan pemerintah yang cukup banyak saat ini seperti pengembangan SRI, OPL, dan jaringan irigasi," katanya.
Selain pengurus kelompok tani, juga ikut dalam Mimbar Sarasehan itu Ketua KTNA Tanah Datar Syahrul, Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Distanbunhut Ermizal, Koordinator Penyuluh UPT Pertanian Sungayang Mac Donal, dan penyuluh pertanian setempat. (*)
"Mimbar Sarasehan ini merupakan sebuah wadah forum konsultasi antara kelompok tani-nelayan andalan (KTNA) dengan pemerintah daerah secara berkesinambungan," kata Kepala Bidang Kehutanan Distanbunhut Yanuar saat membuka Mimbar Sarasehan di Sungayang, Selasa.
Ia menyebut dalam kegiatan mimbar sarasehan ini dapat membicarakan, memusyawarahkan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani nelayan dalam rangka pembangunan pertanian.
"Tujuan penyelenggaraan mimbar sarasehan ini untuk terciptanya komunikasi yang harmonis dan berkesinambungan antara pemerintah dengan petani sehingga antara program dan kebijakan pembangunan petani sejalan dengan aspirasi dan kebutuhan petani," katanya.
Selain itu, jelasnya, terjalinnya komunikasi intensif antara sesama anggota KTNA sehingga proses saling bertukar informasi dan pengalaman dapat berlangsung untuk meningkatkan wawasan dan pola pikir dalam mengembangkan usaha taninya.
"Sebagai dasar bagi pemerintah dalam menetapkan arah pembangunan pertanian dan pedoman bagi organisasi KTNA dalam menetapkan program kerjanya," katanya.
Selain itu juga sebagai dasar dan masukan bagi para penyuluhan pertanian dalam menyusun program penyuluhan pertanian.
Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sungayang Wilson mengharapkan para anggota KTNA yang sebagian besar juga sebagai ketua kelompok tani dapat meningkatkan peran sertanya dalam kegiatan pembangunan pertanian di wilayah masing-masing sesuai potensi dan sumber daya alam setempat.
Ia menyebut petugas penyuluh pertanian akan membantu kelompok tani tidak hanya dalam hal peningkatan kualitas SDM tetapi juga membantu membuat usulan dan permohonan bantuan sarana produksi dan sarana prasarana pertanian lainnya kepada pemerintah sesuai dengan kebutuhan dan potensi SDA yang tersedia.
"Kita akan dukung kelompok tani yang aktif dengan program-program bantuan pemerintah yang cukup banyak saat ini seperti pengembangan SRI, OPL, dan jaringan irigasi," katanya.
Selain pengurus kelompok tani, juga ikut dalam Mimbar Sarasehan itu Ketua KTNA Tanah Datar Syahrul, Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Distanbunhut Ermizal, Koordinator Penyuluh UPT Pertanian Sungayang Mac Donal, dan penyuluh pertanian setempat. (*)
Pewarta : Irfan Taufik
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sarasehan HKBN 2024, Hendri Septa Berbagi Pengalaman Tentang Upaya Pengurangan Resiko Bencana
26 April 2024 18:13 WIB, 2024
Konsep Liga 1 dan Liga 2 dibahas dalam sarasehan Sepak Bola di Surabaya
03 March 2023 6:35 WIB, 2023
Sarasehan 100 Ekonom, Presiden Jokowi beberkan tiga strategi besar ekonomi dan bisnis
26 August 2021 11:39 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018