Dahlan Persilakan BPK Audit Forensik BUMN Karya
Rabu, 9 Januari 2013 19:54 WIB
Dahlan Iskan. (ANTARA)
Jakarta, (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mempersilakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit forensik terhadap BUMN Karya yakni PT Wijaya Karya Tbk dan PT Adhi Karya Tbk terkait keterlibatan dua BUMN tersebut dalam proyek Hambalang.
"Audit saja. Kalau itu (audit forensik) bisa merupakan jalan untuk menguak siapa saja direksi BUMN yang terlibat dalam kasus korupsi Hambalang, ya silakan diusut," kata Dahlan, sebelum mengikuti Rapat Koordinasi soal Pembangunan Pembangkit Listrik, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu.
Menurut Dahlan, sesungguhnya semua BUMN sudah melalui proses diaudit setiap tahun, tapi berbeda dengan audit forensik yang dilakukan berdasarkan permintaan.
"Tapi apakah perlu surat dari saya untuk dilakukan audit forensik BUMN tertentu, saya tidak tahu urgensinya. Tapi prinsipnya saya setuju saja," tegas Dahlan.
Sebelumnya, pada sidang di Pengadilan Tipikor, Selasa (8/1), terpidana kasus mega proyek Hambalang, Muhammad Nazarudin, menyebut bahwa Anas Urbaningrum memiliki kantung di BUMN, yang salah satu kantungnya adalah seseorang berinisial MH.
Nazarudin mengungkapkan bahwa fungsi MH adalah untuk melancarkan proyek-proyek Anas di BUMN.
Adapun Adhi Karya dan WIKA merupakan konsorsium proyek Hambalang, dengan prosentasi masing 70 persen dan 30 persen.
Bertindak sebagai Ketua Konsorsium dipegang Teuku Bagus Mohkamad Noer dari PT Adhi Karya.
Menurut Dahlan, tidak terkecuali dua BUMN itu Adhi Karya dan WIKA, tapi terhadap seluruh BUMN tidak masalah jika dilakukan audit untuk keperluan penegakan hukum.
Ia menambahkan, terdapat dua hal tindakan satu, yang tidak terungkap sebagai korupsi karena administrasi tertib, dan kedua korupsi yang terjadi karena administrasi yang tidak baik sehingga menimbulkan korupsi.
"Dalam hal ini Adhi Karya administrasinya tertib, tetapi korupsi terjadi pada subkontraktornya. Kalau diaudit di subkontraktor juga," ujarnya.
Sebelumnya Dahlan pernah mengakui, bahwa perusahaan jasa kontruksi merupakan BUMN yang rentan melakukan praktik penyuapan ataupun sogokan.
"Biasanya mereka melakukan penyuapan agar mudah mendapatkan proyek, apalagi mereka harus bersaing dengan swasta," ujarnya.
Untuk itu Dahlan mengatakan telah menemukan jalan untuk mengikis permainan proyek di BUMN. Di antaranya, mengganti direksi BUMN dengan orang-orang yang diyakini memiliki integritas tinggi untuk memastikan bahwa BUMN pemenang proyek karena melalui proses lelang atau tender yang benar. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menpora persilakan siapa saja yang ingin maju jadi Ketum di KLB PSSI
09 January 2023 11:58 WIB, 2023
Soal pemimpin "rambut putih", Jokowi persilakan siapa pun menafsirkan
29 November 2022 12:12 WIB, 2022
Luhut persilakan Haris Azhar buka data bisnis tambang emas di Papua ke media
27 September 2021 13:41 WIB, 2021
Presiden Jokowi persilakan penegak hukum "gigit" pejabat berniat korupsi
15 June 2020 10:33 WIB, 2020
PKS persilakan Gerindra ajukan interpelasi terkait perjalanan dinas gubernur ke luar negeri
21 December 2019 15:34 WIB, 2019
Jika merasa dirugikan, Bawaslu persilakan bacaleg tidak lolos ajukan sengketa
21 July 2018 8:37 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018