MUI: Umat Islam Waspadai Upaya Adu Domba
Selasa, 12 Mei 2015 20:27 WIB
Jakarta, (Antara) - Umat Islam di Indonesia harus mewaspadai upaya adu domba yang dilakukan pihak luar dan tidak gampang terpengaruh dengan isu yang ditujukan untuk memecah belah bangsa, kata Wakil Sekjen MUI Dr Amirsyah Tambunan di Jakarta, Selasa.
"Kita jangan terjebak dengan berbagai cara atau isu yang tujuannya memecah belah keutuhan bangsa. Apalagi Islam sekarang dijadikan musuh oleh dunia Barat, pascaperang dingin," katanya.
Menurut dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, berkecamuknya perang saudara di Timur Tengah, juga keberadaan ISIS yang berhasil mengadu domba Sunni dan Syiah merupakan bukti adanya politik pecah belah tersebut.
Amirsyah menyatakan bahwa pascaruntuhnya Uni Soviet dengan kekuatan komunisnya, Islam dianggap sebagai pesaing dan kekuatan baru oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
"Sehingga harus dihadang bersama-sama," kata Amirsyah yang juga mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sementara itu, Ketua Umum Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Prof Dr Ahmad Satori Ismail MA mengatakan untuk membendung upaya adu domba yang memanfaatkan agama, perlu diberikan pemahaman yang kuat kepada para pemeluk agama di Indonesia mengenai agama masing-masing.
"Umat Islam, misalnya, wajib mengerti bahwa di Islam itu ada mazhab dan aliran-aliran. Pengertian ini harus diberikan agar tidak mudah diadu domba," katanya.
Terkait keterlibatan ISIS dalam upaya pecah belah umat di Indonesia, Satori mengaku belum melihat gejala itu. "Kalau itu wallahu a'lam. Saya tidak melihat dan semoga tidak terjadi di Indonesia," katanya. (*)
"Kita jangan terjebak dengan berbagai cara atau isu yang tujuannya memecah belah keutuhan bangsa. Apalagi Islam sekarang dijadikan musuh oleh dunia Barat, pascaperang dingin," katanya.
Menurut dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, berkecamuknya perang saudara di Timur Tengah, juga keberadaan ISIS yang berhasil mengadu domba Sunni dan Syiah merupakan bukti adanya politik pecah belah tersebut.
Amirsyah menyatakan bahwa pascaruntuhnya Uni Soviet dengan kekuatan komunisnya, Islam dianggap sebagai pesaing dan kekuatan baru oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
"Sehingga harus dihadang bersama-sama," kata Amirsyah yang juga mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sementara itu, Ketua Umum Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Prof Dr Ahmad Satori Ismail MA mengatakan untuk membendung upaya adu domba yang memanfaatkan agama, perlu diberikan pemahaman yang kuat kepada para pemeluk agama di Indonesia mengenai agama masing-masing.
"Umat Islam, misalnya, wajib mengerti bahwa di Islam itu ada mazhab dan aliran-aliran. Pengertian ini harus diberikan agar tidak mudah diadu domba," katanya.
Terkait keterlibatan ISIS dalam upaya pecah belah umat di Indonesia, Satori mengaku belum melihat gejala itu. "Kalau itu wallahu a'lam. Saya tidak melihat dan semoga tidak terjadi di Indonesia," katanya. (*)
Pewarta : Sigit Pinardi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nusron Wahid sambut positif rencana Presiden Prabowo bangun gedung umat di eks-Kedubes Inggris
10 February 2026 10:05 WIB
Wujud nyata toleransi, umat Hindu Sumatera Barat turun langsung bantu korban bencana
28 December 2025 21:59 WIB
Gubernur Mahyeldi Sambut Delegasi Malaysia, Bahas Penguatan Ekonomi dan Promosi Rendang Minang
10 November 2025 18:30 WIB
Wako Padang Panjang : FKUB dan AGPAI garda terdepan perkuat nilai keagamaan dan menjaga kerukunan umat
15 October 2025 17:30 WIB
Terjunkan 500 mahasiswa KKN tematik, Menteri Nusron: Tuntaskan sertifikasi aset umat
14 October 2025 13:48 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018