70 Mahasiswa Kenya Tewas Dalam Serangan di Universitas
Jumat, 3 April 2015 7:14 WIB
Garissa, Kenya, (Antara/AFP) - Setidaknya 70 mahasiswa Kenya tewas secara massal, Kamis, ketika kelompok Islamis Shebab Somalia menyerbu sebuah universitas, kata kementerian dalam negeri.
Tragedi itu merupakan serangan paling maut yang dialami Kenya setelah pemboman kedutaan besar Amerika Serikat pada 1998.
"Kami sedang menyisir lokasi," kata Menteri Dalam Negeri Joseph Nkaiserry kepada para wartawan.
Ia mengatakan empat pria bersenjata sudah dibunuh setelah pasukan Kenya melakukan serangan ke gedung terakhir, tempat para pemberontak berlindung selama lebih dari 12 jam.
"Tapi sangat disayangkan, kita kehilangan... sejumlah nyawa, kami belum memastikannya secara penuh, (yang tewas, red) mencapai hingga 70 mahasiswa dan 79 orang mengalami luka-luka, sembilan di antaranya dalam keadaan kritis," tambahnya.
Pria-pria bersenjata bertopeng mulai melakukan serangan pada dini hari. Mereka meledakkan granat-granat untuk membuka pintu gerbang universitas, yang berada di kota timur laut Garissa, sebelum menyerang para mahasiswa yang sedang tidur. Garissa sendiri terletak di dekat perbatasan dengan Somalia, negara yang hancur karena perang.
"Teroris-teroris itu, 90 persen ancaman mereka sudah disingkirkan... kita sudah mendapatkan kepastian bahwa empat teroris sudah ditewaskan," tambahnya. Ia mengatakan pasukan pemerintah melakukan penyisiran di kampus sementara jumlah keseluruhan pria bersenjata tidak diketahui. Namun, ia menyatakan operasi utama sudah berakhir.
"Kami sedang menyapu daerah tersebut dan akan memberikan keterangan terkini beserta jumlah korban meninggal," ujarnya, memberlakukan jam malam, dari fajar hingga petang, di beberapa distrik di Kenya bagian utara dan timur.
Kelompok Shebab, yang memiliki kaitan dengan Al Qaida, menyatakan bertanggung jawab atas serangan fajar tersebut. Mereka adalah kelompok sama yang melancarkan pembunuhan massal di pusat perbelanjaan Westgate di Nairobi pada September 2013. Dalam insiden tersebut, empat pria penyerang bersenjata membantai hingga tewas sedikit-dikitnya 67 orang dalam pertumpahan darah yang berlangsung empat hari.
Kenya mengalami rangkaian serangan granat dan senjata, yang kerap dituduh dilakukan para simpatisan kelompok Shebab dan kadang-kadang menargetkan polisi, sejak tentara masuk ke Somalia selatan pada 2011 untuk menyerang markas-markas Islamis. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Mahasiswa KKN reguler Unand I adakan sosialisasi teknologi pertanian tanaman aren di SMPN 1 Palambayan Agam
02 February 2026 14:39 WIB
Pengurus Pusat IKA FK Unand 2025-2030 dikukuhkan, "haramkan" ada mahasiswa putus kuliah karena biaya
01 February 2026 19:48 WIB
Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar gelar aksi simbolik protes jalan provinsi berlubang
30 January 2026 17:07 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018