Logo Header Antaranews Sumbar

Dosen dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNP praktek kerja lapangan ke Malaysia

Sabtu, 18 April 2026 13:59 WIB
Image Print
Mahasiswa dan dosen Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat foto bersama di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Kamis (16/4/2026). FOTO DOC Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNP

Padang (ANTARA) - Dosen dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, menjalani praktek kerja lapangan (PKL) ke Malaysia selama tiga hari.

Kepala Program Studi Magister Ilmu Lingkungan UNP, Prof. Dr. Nurhasan Syah, M.Pd mengatakan, praktek kerja lapangan tersebut digelar salah satunya untuk memenuhi kurikulum dan mempraktekan teori yang sudah dipelajari di beberapa mata kuliah.

"Kita sudah belajar teori, kemudian akan kita praktekan teori yang kita peroleh. Seperti kemarin kita belajar tentang tata ruang, kita lihat hasil penataan ruang kota yang kita kunjungi," kata Prof. Nurhasan Syah, di Padang, Sabtu.

Ia menjelaskan, kunjungan selama tiga hari dimulai pada 15 hingga 17 April 2026 yakni ke pabrik Ajinomoto, Dewan Bandaraya Kuala Lumpur, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Jabatan Alam Sekitar Wilayah Kuala Lumpur dan Malaysian Palm Oil Board.

Menurutnya, jika PKL ke kota yang semrawut tidak cocok dengan teori yang dipelajari terkait empat mata kuliah dalam prodi itu, maka mahasiswa pergi ke kota yang terencana seperti kota Putrajaya Malaysia.

Ia melihat kota Putrajaya memiliki ruang yang tertata dengan baik karena kota itu dibangun dari perencanaan yang mempertimbangkan efek sosial dan budaya, berbeda dengan kota yang terbentuk dengan sendirinya.

Tata ruang di kota Putrajaya memiliki konsep ruang terbuka hijau dengan taman kota pintar yang menggabungkan pusat administrasi modern dengan pelestarian lingkungan.

Guru Besar Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Indang Dewata, M. Si yang ikut dalam rombongan PKL tersebut mengatakan, kunjungan kerja mahasiswa itu adalah sebagai proses bagaimana program studi Pascasarjana Ilmu Lingkungan menjadi standar nasional dan internasional.

"Ciri-cirinya agar menjadi standar internasional adalah melakukan pengabdian bersama di luar Indonesia, riset, kolaborasi, pengajaran kolaborasi, langkah ini menjadi cara meningkatkan akreditasi, karena perguruan tinggi itu keberadaanya diidentikan dengan nilai akreditasi, ketika akreditasinya unggul menunjukkan perguruan tinggi itu sudah terstandar dan internasional," jelasnya.

Wakil Direktur 1 Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang itu juga menambahkan, kolaborasi tidak bisa dibangun secara mendadak, tapi berproses, maka saat PKL pihaknya membangun proses kolaborasi kalau bisa berkelanjutan.

Upaya ketiga untuk membangun akreditasi unggul yakni menyusun visi bersama, karena persoalan lingkungan itu adalah persoalan dunia.

Pihaknya bersama-sama berkolaborasi agar bisa program Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNP ikut bersama dengan pihak internasional agar menjalankan fungsi lingkungan lebih baik.

Kemudian Indang juga mengingatkan, perkuliahan yang dijalani ini tidak bisa mencontoh diri sendiri, maka itu harus dilakukan studi banding kepada orang lain untuk menambah wawasan bagi mahasiswa agar menambah bekal kehidupan mereka di kemudian hari.

Praktek kerja lapangan itu diikuti sebanyak 18 mahasiswa pascasarjana dan 6 dosen dengan total rombongan sebanyak 24 orang.

Selain itu, Pascasarjana Ilmu lingkungan UNP juga menjalin kerja sama melalui penandatangan MOU pertukaran dosen/mahasiswa dengan kampus Universitas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026