Inggris Ungsikan Pasukan Khusus dari Yaman
Selasa, 24 Maret 2015 9:38 WIB
London, (Antara/Reuters) - Inggris mengungsikan pasukan khusus terakhirnya dari Yaman karena keamanan memburuk di sana, kata seseorang, yang akrab dengan masalah itu, kepada Reuters pada Senin (Selasa WIB) menyusul laporan bahwa Amerika Serikat sudah melakukan hal sama.
Inggris menarik petugas dari kedutaan besarnya di Yaman pada bulan lalu dan untuk sementara menghentikan kegiatan di sana selama keamanan memrihatinkan.
Orang itu, yang berbicara dengan syarat tidak diungkapkan identitasnya, menyatakan penarikan pasukan khusus itu terjadi beberapa hari belakangan. Kementerian Pertahanan menyatakan tidak pernah menanggapi hal seperti itu.
Pejabat Amerika Serikat pada Sabtu menyatakan mereka sudah mengungsikan tentara tersisa, termasuk sekitar 100 anggota pasukan khusus dari Yaman karena keamanan di sana memburuk.
Pejuang Huthi penentang Presiden Yaman mengambil alih kota utama Taiz pada akhir pekan lalu dalam peningkatan adu kekuatan, yang diplomat katakan mengancam menarik masuk negara tetangga raksasa minyak Arab Saudi dan pesaing utama kawasannya, Iran.
Amerika Serikat mengungsikan seluruh petugas di kedutaan besarnya di Yaman karena ketenangan negara tersebut terancam akibat perseteruan kubu pemerintah dengan gerilyawan, yang mengancam berujung pada perang saudara.
"Karena keadaan terus memburuk di Yaman, pemerintah Amerika Serikat untuk sementara memindahkan petugas di Yaman," kata pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Jeff Rathke.
Pengungsian itu dilakukan sesudah sejumlah bom jibaku yang menewaskan 142 orang, meledak di Sanaa pada Jumat.
Kelompok garis keras Daulah Islam, atau lebih dikenal dengan nama IS, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kelompok Daulah Islam tampak memanfaatkan perpecahan di negara miskin itu. Wilayah utara Yaman kini dikuasai gerilyawan Huthi, yang memiliki jaringan kuat di Iran, sementara di selatan, kelompok pendukung Presiden Abedrabbo Mansour Hadi masih menguasai.
Baru-baru ini, Presiden Hadi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera campur tangan di Yaman demi memulihkan keamanan.
Yaman berulang kali dilanda rangkaian kekerasan sesudah Ali Abdullah Saleh mundur dari kepresidenen pada awal 2012. Kini, negara itu terancam perang saudara antara penganut Syiah Huthi dengan penganut Sunni ditambah Alqaida. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim gabungan kembali ungsikan warga dari radius 4,5 kilometer Marapi
11 January 2024 15:32 WIB, 2024
Pasca-gempa, Rumah Sakit Ibnu Sina Payakumbuh ungsikan pasien ke parkiran (Video)
25 February 2022 10:06 WIB, 2022
BI ungsikan keluarga pegawainya ke Sumbar akibat asap karhutla Riau
20 September 2019 17:18 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018