Bioskop Samotra Putar 18 Film Sineas Sumbar
Senin, 23 Maret 2015 19:04 WIB
Padang, (Antara) - Bioskop Samotra menggelar pemutaran 18 film dari 18 sineas Sumatera Barat (Sumbar), pada 28 hingga 29 Maret 2015 di Aula Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar.
"Iven pemutaran film yang diberi tajuk Maret 2015, Film ini digagas untuk pemetaan produksi film di Sumbar," kata salah seorang sineas Sumbar, David Darmadi di Padang, Senin.
Menurut dia, dalam "Maret Bulan Film" itu, para penikmat film dan penonton umum bisa menikmati film-film fiksi dan dokumenter dari Sumbar.
"Film yang diputar merupakan karya karya dari sutradara berbeda generasi dengan tahun produksi film terlama, tahun 2003. Jika dihitung hingga sekarang, aktifitas produksi film di Sumbar sudah berumur 15 tahun," kata dia di Padang, Senin.
Ia menjelaskan, film yang sudah disiapkan diantaranya, Ritus Jiwa(2014) dengan sutradara Anddi Jagger, Penumpang dan Kartu Nama(2011) sutradara Yudi Leo, Kubu Terakhir(2012) sutradara Benny Sumarna.
Kemudian, Ikan Dalam Plastik (2011) sutradara Arif Rizki, Java Minor(2014) sutradara David Darmadi, Palasik (2014) sutradara Muhamzani, Padang In Carnival(2009) sutradara Lidia K Afrilita.
Lalu, Introduce Our Family(2014) sutradara Ella Angel, Selopanggung (2010) sutradara Devy Kurnia Alamsyah, Bapayuang Jo Daun Pisang(2014) sutradara Anggi Edison, Rel Air(2014) sutradara Findo Brahmata.
Selanjutnya, Money Talks (2011) sutradara Muhammad Arief, Baburu Babi(2011) sutradara Eko Doni Putra, Dog's Life(2003) sutradara Jay Abi, 30 Februari(2007), sutradara Wendy HS, Kurambik (2012) sutradara Adri Yandi.
Kemudian, Ayam Goreng Inyiak (2010) sutradara Adi Krishna, Black File (2004) sutradara Yusril Katil.
Pada event "Maret Bulan Film" ini menurut dia, penonton hanya membeli satu tiket seharga Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah) untuk menonton dua film dari dua sineas yang berbeda.
Bioskop Samotra sudah menyiapkan paket-paket yang disusun berdasarkan jam tayang dan kategori film (fiksi dan dokumenter).
Bagi yang ingin menonton ke 18 film, tiket yang dikenakan menjadi lebih murah Rp60 ribu.
Bioskop Samotra adalah bioskop yang bukan bersifat fisik. Bioskop itu digagas oleh beberapa generasi muda pecinta film di Sumbar.
Bioskop Samotra diharapkan dapat menjadi jembatan akan sulitnya prosedur pendistribusian film-film sineas lokal dan film film yang tidak diputar dalam jaringan bioskop komersil.
Sejak berdirinya pada Desember 2014, Bioskop Samotra sudah tiga kali melakukan pemutaran film dengan merespon bioskop tua bernama Bioskop Karia yang masih bertahan di Padang.
Film yang sudah diputar diantaranya Journey of Java Minor karya David Darmadi, Senyap karya Joshua Openheimer dan Palasik karya Muhamzani.
Ketiga film tersebut mendapat respon yang positif dari masyarakat di Kota Padang. (*)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018