Belgia-Prancis Kutuk Serangan di Tunis
Kamis, 19 Maret 2015 10:15 WIB
Brussels, (Antara/Xinhua-OANA) - Pemerintah Belgia dan Prancis pada Rabu (18/3) mengutuk serangan di Ibu Kota Tunisia, Tunis, dan berjanji akan memerangi aksi teror global.
Perdana Menteri Belgia Charles Michel dan timpalannya dari Prancis Manuel Valls bertemu di Brussels dan membahas masalah terorisme di dalam wilayah mereka masing-masing.
Kedua pemimpin itu juga mengutuk serangan bom terhadap Museum Nasional Bardo di Tunis, sehingga menewaskan 22 orang, termasuk 20 wisatawan asing.
Menurut Michel, serangan tersebut "menjijikan" dan "memuakkan", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Valls juga mengutuk serangan itu "dengan sekeras-kerasnya", dan mengatakan Prancis dan Tunisia akan "bekerjasama untuk memerangi terorisme".
Pertemuan tersebut diadakan setelah penindasan oleh pemerintah Belgia di seluruh negeri itu terhadap tersangka mujahidin. Pemerintah Belgia berpendapat tingkat ancaman bertambah.
Michel mengatakan Pemerintah Belgia dan Prancis akan "lebih memperkokoh kerja sama di antara lembaga intelijen dan keamanan kami".
"Kami menghadapi masalah serius yang sama, mengenai mujahidin," kata Charles, yang dikutip Le Soir. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018