Militer Suriah Bantah Gunakan Gas Beracun Perangi Gerilyawan
Rabu, 18 Maret 2015 10:42 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu sumber militer Suriah pada Selasa (17/3) membantah sebagai tak berdasar pernyataan oposisi bahwa Angkatan Darat Suriah menggunakan gas beracun terhadap kota yang dikuasai gerilyawan di Provinsi Idlib di bagian barat-laut negeri itu.
"Pernyataan ini sama sekali jauh dari kebenaran," kata sumber militer tersebut, yang tak ingin disebutkan jatidirinya, kepada Xinhua.
Ia menambahkan gerilyawan merancang tuduhan semacam itu setiap kali mereka menerima pukulan keras dari militer Suriah untuk menutupi kegagalan mereka di ajang tempur kepada pengikut mereka.
Pada Selasa pagi, kelompok Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia --yang berpusat di Inggris-- mengatakan enam orang tewas akibat serangan gas tentara pemerintah di Kota Sarmin di pinggiran Provinsi Idlib.
Beberapa pegiat lain juga menyiarkan rekaman video dan gambar di Internet, yang dimaksudkan untuk memperlihatkan rakyat yang berjuang menghadapi sesak nafas, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
Wakil Kepala Koalisi Nasional Suriah, kelompok oposisi di pengasingan, Hisham Marwah pada Selasa mengatakan pasukan Suriah menyerang Sarmin pada malam hari dengan menggunakan empat bom barel, dua di antaranya berisi gas klorin.
Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia menyatakan pasukan pemerintah telah melancarkan serangan gas beracun, yang menewaskan enam orang di bagian baratlaut negara tersebut.
Kantor berita resmi Suriah, SANA, tidak mengomentari peristiwa tersebut tapi mengatakan Angkatan Darat Suriah menewaskan puluhan pelaku teror dari Front An-Nusra, yang memiliki kaitan dengan Al-Qaida, termasuk warga negara Arab Saudi dan Jordania, di beberapa kota kecil dan daerah di pinggiran Idlib.
Oposisi Suriah sebelumnya menuduh pasukan Pemerintah Suriah menggunakan gas klorin di Ghouta Timur di pinggiran Ibu Kota Suriah, Damaskus, pada 2013, tapi pemerintah dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Pemerintah Suriah telah beberapa kali dituduh menggunakan senjata kimia selama empat tahun perang saudara dan sebanyak itu pula Damaskus membantah kebenarannya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arab Saudi dan Qatar kecam keputusan Israel soal Dataran Tinggi Golan
16 December 2024 9:11 WIB, 2024
Ribuan warga Lebanon melarikan diri ke Suriah di tengah serbuan Israel
29 September 2024 5:52 WIB, 2024
Hokky Caraka akui stamina timnas U-20 sempat menurun saat melawan Suriah
06 March 2023 6:26 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018