Mogherini-Zarif Bahas Masalah Nuklir Iran
Selasa, 17 Maret 2015 7:03 WIB
Brussels, (Antara/Xinhua-OANA) - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini pada Senin (16/3) mengatakan pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif akan memberi sumbangan untuk memajukan proses bagi kesepakatan nuklir Iran.
Sebagai bagian dari perundingan nuklir Uni Eroa+3 dengan Iran, Mogherini pada Senin menjadi tuan rumah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Prancis, Inggris dan Zarif di Brussels, Ibu Kota Belgia.
Setelah pertemuan itu, wanita pejabat senior Uni Eropa tersebut dan tiga Menteri Luar Negeri Eropa menegaskan tekad mereka untuk berusaha ke arah tercapainya kesepakatan dengan Iran, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Mereka berusaha mencapai penyelesaian akan akan mengakhiri semua kekhawatiran masyarakat internasional mengenai masa depan damai program nuklir Iran, demikian antara lain isi pernyataan pers dari Uni Eropa.
Mogherini berkata, "Ini adalah pertemuan yang bermanfaat dan saya yakin itu akan memberi sumbangan bagi kemajuan proses tersebut dalam beberapa hari dan pekan ke depan."
Zarif kemudian akan kembali ke Lausanne, Swiss, untuk pembicaraan lebih lanjut dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Direktur Politik Uni Eropa, Wakil Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Helga Schmid juga direncanakan menghadiri pertemuan tersebut.
Satu sumber yang dekat dengan delegasi Iran mengatakan setelah pertemuan dengan timpalannya dari AS pada Ahad malam di Lausanne, Zarif pergi ke Brussels untuk berbicara dengan timpalannya dari Uni Eropa lalu kembali ke Lausanne untuk pembicaraan lebih lanjut.
Pemimpin Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi dan Menteri Energi AS Ernest Moniz juga dijadwalkan bertemu dalam pembicaraan nuklir bilateral pada Ahad sore di Lausanne.
Direktur Politik Uni Eropa+3 akan melanjutkan perundingan dengan Iran pada akhir pekan ini, kata siaran pers itu.
Babak baru pembicaraan mengenai program nuklir Iran, yang telah lama menjadi sengketa, dilanjutkan pada Ahad malam (15/3) di Lausanne, Swiss. Pembicaraan itu dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, serta diplomat dari negara utama lain di dunia.
Menurut sumber yang dekat dengan Zarif, diplomat senior Iran itu mengatakan di pesawat menuju Lausanne pada Ahad pagi bahwa kalau ada itikad politik, kesepakatan mungkin dicapai.
"Jika itikad politik pihak lain seperti itikad kami, kesepakatan takkan berada di luar jangkauan," kata Zarif, sebagaimana dikutip.
Pada Jumat (13/3), Kerry mengatakan kesepakatan sementara dengan Iran mungkin dicapai dalam babak pembicaraan saat ini, kalau Teheran "bisa menjadikan program nuklirnya hanya digunakan buat tujuan damai".
"Jika itu berjalan damai, mari kita lakukan. Harapan saya ialah dalam beberapa hari ke depan itu akan menjadi kemungkinan," kata Kerry di Mesir, sebelum bertolak ke Swiss.
Namun, sebanyak 47 senator Partai Republik AS mengeluarkan surat terbuka pada 9 Maret, untuk menyatakan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai mengenai program nuklir Iran akan diubah segera setelah Presiden AS Barack Obama meletakkan jabatan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanggapan AS atas usulan Iran untuk sama-sama kembali ke pakta nuklir
03 February 2021 10:39 WIB, 2021
Sentimen anti-AS semakin mendunia pasca-pembunuhan Jenderal Iran Soleimani
07 January 2020 8:36 WIB, 2020
Bertemu Menlu Jepang, Iran sampaikan tetap komit dengan perjanjian nuklir
16 May 2019 14:00 WIB, 2019
Menlu Iran desak AS pikul terorisme ekonomi yang diciptakan Menlu Mike Pompeo
03 April 2019 8:14 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018