27 Gerilyawan Al-Houthi Tewas Oleh Serangan Al-Qaida
Rabu, 4 Maret 2015 9:11 WIB
Sanaa, (Antara/Xinhua-OANA) - Gerilyawan Al-Qaida pada Selasa (3/3) melancarkan serangan terhadap kelompok Al-Houthi di Provinsi Al-Bayda di Yaman, sehingga menewaskan sedikitnya 27 anggota Al-Houthi dan melukai puluhan orang lagi.
Al-Qaida di Jazirah Arab (AQAP) menyerang satu stadion yang digunakan oleh anggota Al-Houthi sebagai kamp pelatihan di Kota Al-Bayda, Ibu Kota Provinsi Al-Bayda, menewaskan 10 petempur Al-Houthi dan melukai puluhan orang lagi, kata satu sumber suku kepada Xinhua.
Beberapa jam setelah serangan tersebut, AQAP melancarkan serangan bom bunuh diri terhadap satu pertemuan kelompok Syiah Al-Houthi di satu sekolah di Kabupaten Azzahir di Provinsi Al-Bayda pada malam hari. AQAP menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 12 orang lagi, kata seorang pejabat keamanan.
Masih di Kabupaten Azzahir, satu bom pinggir jalan meledak saat kendaraan patroli Al-Houthi melewati satu jalan raya di dekat sekolah tersebut, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Sebanyak sembilan anggota Al-Houthi tewas dalam ledakan itu, kata sumber suku tersebut.
Dalam satu pernyataan daring, AQAP telah mengaku bertanggung-jawab atas serangan itu.
Kelompok Al-Houthi telah menutup sekolah tersebut guna mencegah warga mendekati daerah itu dan memindahkan korban ke rumah sakit.
Situasi keamanan di Yaman dengan cepat memburuk setelah kelompok Syiah Al-Houthi mengambil-alih Ibu Kota negeri tersebut, Sanaa, dengan kekerasan pada September. Lebih dari 400 orang tewas dalam satu pekan pertempuran.
Setelah menguasai Ibu Kota Yaman, kelompok Al-Houthi telah mengerahkan petempur ke wilayah timur dan selatan negeri itu, tempat AQAP aktif beroperasi.
Tindakan tersebut telah memicu bentrokan yang sering terjadi antara petempur Al-Houthi dan anggota AQAP di Provinsi Al-Bayda, Marib, Ibb dan Hadhramauth, sehingga menewaskan puluhan orang dari kedua pihak.
Pada Selasa (3/3) Presiden Yaman Abed-Rabbu Mansour Hadi meminta agar pembicaraan perujukan yang diperantarai PBB dipindahkan ke negara tetangganya, Arab Saudi, jika kesepakatan tidak dapat dicapai di lokasi perundingan saat ini di Yaman.
Pembicaraan itu, yang telah diselenggarakan di Sanaa --yang kini dikuasai Al-Houthi, telah gagal sejak Hadi melarikan diri ke kota terbesar kedua di Yaman, Aden, pada Februar, setelah berpekan-pekan menghadapi tahanan rumah.
Presiden yang didukung Barat itu, yang mencabut surat pengunduran diri pada Januari --setelah melarikan diri dengan mengatakan surat itu telah dibuat di bawah tekanan, telah mengusulkan agar pembicaraan dilanjutkan di Aden atau di kota ketiga Yaman, Taez, yang juga berada di luar kendali milisi Al-Houthi. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer Myanmar lancarkan serangan udara ke gerilyawan penentang junta, telepon dan internet putus
28 September 2021 7:31 WIB, 2021
Tanggapi resolusi parlemen Irak, Menlu Prancis sebut pasukan asing masih dibutuhkan perangi ISIS
06 January 2020 10:01 WIB, 2020
Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat
26 July 2018 8:53 WIB, 2018
Ketegangan gerilyawan Palestina dan militer Israel meningkat di Jalur Gaza
30 May 2018 9:13 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houti luncurkan rudal ke kamp radar Saudi Arabia
20 May 2018 9:55 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018