Militer Mesir Tewaskan 38 Gerilyawan Fanatik di Sinai
Kamis, 26 Februari 2015 9:14 WIB
Sinai Utara, Mesir, (Antara/Xinhua-OANA) - Sedikitnya 38 gerilyawan garis keras tewas dan 27 orang lagi cedera dalam serangan yang dilancarkan pada malam hari oleh personel Angkatan Bersenjata Mesir terhadap persembunyian gerilyawan di Kota Rafah dan Sheikh Zuweid di Provinsi Sinai Utara.
Satu sumber keamanan mengatakan kepada Xinhua bahwa serangan itu dimulai pada Selasa larut malam (24/2) dan berlanjut sampai Rabu dini hari. Serangan tersebut menghancurkan empat rumah, empat kendaraan dan 10 sepeda motor.
Gerilyawan garis keras itu adalah anggota Ansar Bayt Al-Maqdis, kelompok yang diilhami oleh Al-Qaida, berpusat di Sinai dan belum lama ini telah menyampaikan janji setia kepada kelompok garis keras Negara Islam (IS), kata sumber tersebut.
Sementara itu, pasukan keamanan juga menggagalkan dua upaya peledakan bom mobil dengan sasaran personel keamanan di Kota Arish dan Rafah serta menjinakkan lima peledak yang dipasang di satu jalan rayat di Arish, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Mesir telah menyaksikan meningkatnya gelombang serangan teror sejak penggulingan presiden Mohamed Moursi dari kubu Islam oleh militer pada Juli 2013 dan penindasan keamanan terhadap pendukung Moursi telah menewaskan sedikitnya 1.000 orang serta membuat ribuan orang lagi ditangkap.
Serangan anti-pemerintah juga telah meluas dari Sinai ke Ibu Kota Mesir, Kairo, serta provinsi lain di seluruh negeri tersebut. Sementara itu kelompok Ansar Bayt Al-Maqdis mengaku bertanggung-jawab atas puluhan serangan mematikan --yang telah menewaskan ratusan personel polisi dan militer.
Pada Oktober 2014, satu serangan bom mobil di Sinai Utara menewaskan tak kurang dari 30 prajurit Mesir. Pada penghujung Januari, serangkaian serangan dan pemboman bunuh diri yang berlangsung serentak, juga di Sinai Utara, menewaskan lebih dari 30 prajurit militer dan polisi selain 14 warga sipil.
Selama beberapa pekan belakangan, operasi keamanan telah menewaskan puluhan gerilyawan garis keras di semenanjung itu sebagai bagian dari perang pemimpin baru Mesir melawan aksi teror.
Sejak penggulingan Moursi, pengikut setianya telah melancarkan pawai anti-pemerintah guna mencela penggulingannya, yang mereka cap sebagai "kudeta". Ikhwanul Muslimin, kubu dukungan bagi Moursi, dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh pemimpin baru negeri tersebut dan dicap sebagai "organisasi teroris". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mesir melangkah ke semifinal Piala Afrika 2025 setelah tumbangkan Pantai Gading 3-2
11 January 2026 6:29 WIB
Lima pelajar asal Pariaman lanjutkan pendidikan tinggi ke Mesir dan Arab Saudi
12 September 2025 16:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018