Washington (ANTARA/ AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, yang jatuh sakit pada awal Desember dan belum pernah terlihat di depan umum, akan kembali bekerja pada Senin, kata ajudannya. "Dia menjalani proses penyembuhan di rumah, dan akan mengerjakan tugas resminya lagi minggu depan," tulis Philipe Reines dalam email singkat. Hillary (65) cuti sejak dia kembali dari perjalanan terakhirnya (7/12), namun stafnya mengatakan dia bekerja dari rumah. Absen panjangnya dari kegiatan publik telah memicu klaim dari beberapa kritikus, yang mengatakan bahwa dia sedang mencoba menghindar memberikan kesaksian dalam penyelidikan kongres terkait serangan mematikan di sebuah konsulat AS di Libya. Departemen Luar Negeri mengatakan Hillary tertular virus sakit perut selama lima hari tinggal di Eropa. Dia harus membatalkan perjalanan yang direncanakan ke Afrika Utara dan Abu Dhabi karena penyakit tersebut. Seminggu kemudian dokter Hillary mengatakan dia terkena dehidrasi akibat bakteri perut dan jatuh pingsan. Mereka merekomendasikan Hillary untuk beristirahat di rumah sampai pertengahan Januari, perjalanan berintensitas tinggi terbiasa dilakukan sebagai Menteri Luar Negeri. Hillary terbang hampir satu juta mil sejak menjabat empat tahun lalu, mengunjungi 112 negara dan menghabiskan sekitar 400 hari dalam pesawat. Kesehatannya mulai terganggu pada 20 Desember sejak penyidikan parlemen AS terhadap serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya pada 11 September. Serangan tersebut, saat duta besar AS dan tiga orang pejabat AS lainnya tewas, memicu badai politik di AS, dan partai Republik mengkritik absennya Hillary pekan lalu, mengatakan agar dirinya kembali bekerja pada Januari. Hillary, yang akan mundur dari posisinya pada awal 2013, juga tinggal jauh dari Gedung Putih, Jumat lalu, ketika Presiden Barack Obama menominasikan penggantinya, seorang veteran senator John Kerry. Hillary mengeluarkan pernyataan panjang berupa penghormatan kepada penggantinya, dan Departemen Luar Negeri meyakinkan bahwa Hillary terus bekerja di rumah, tapi hal itu tidak mencegah pertanyaan atas ketidakhadirannya selama tiga minggu. (*/wij)