Pemimpin Korea Utara akan Berkunjung ke Rusia
Rabu, 28 Januari 2015 16:13 WIB
Seoul, (Antara/AFP) - Rusia mengonfirmasi bahwa pemimpin Korea Utara akan berkunjung untuk menghadiri peringatan Perang Dunia II di Moskow pada Mei, namun belum dipastikan apakah pemimpin tersebut Kim Jong-un menyanggupi, seperti dilansir AFP dari kantor berita Yonhap, Rabu.
Jika jadi dilakukan, partisipasi Kim di acara tersebut menjadi perjalanan luar negeri pertamanya setelah berkuasa sejak tiga tahun yang lalu, menggantikan ayahnya Kim Jong-Il yang meninggal dunia.
Pemerintah Rusia di Moskow mengundang Kim, beserta para pemimpin dunia lain termasuk Presiden Tiongkok Xi Jinping, ke acara 70 tahun peringatan kemenangan Uni Soviet atas tentara Nazi Jerman.
Yonhap, dikutip AFP, melaporkan pihak Kremlin, yang menjawab melalui surat elektronik, mengatakan sejauh ini sudah 20 pemimpin dunia mengonfirmasi kehadirannya termasuk "pemimpin Korea Utara".
Nama Kim tidak disebutkan secara spesifik, karena itu ada kemungkinan bahwa pemimpin tersebut adalah Kim Yong-Nam, kepala negara yang biasa mewakili Korea Utara dalam kunjungan-kunjungan resmi.
Berdasarkan Yonhap, Kremlin juga mengatakan bahwa proses konfirmasi "masih berlangsung" dan daftar akhir partisipan belum bisa dipastikan.
Dengan menjadikan Moskow sebagai tujuan pada kunjungan luar negeri pertamanya, Kim Jong-Un disinyalir menunjukkan keinginan Korea Utara mengurangi ketergantungan terhadap sekutu utamanya, Tiongkok, yang juga merupakan pelindung diplomatik serta penyokong ekonomi Pyongyang.
Xi Jinping dan Kim mulai saling menjaga jarak sejak masing-masing negara saling membanggakan kekuasaannya. Selain itu, pada tahun lalu Xi, sebagai kepala negara, lebih memilih mengunjungi Korea Selatan saat kedatangannya ke Semenanjung Korea.
Presiden Korea Selatan Geun-Hye juga diundang ke acara yang dihelat di Moskow namun belum memastikan kehadirannya.
Rusia, sama seperti Tiongkok, merupakan satu dari sedikit sekutu Korea Utara. Kedua negara ini menentang seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membawa Pyongyang ke Pengadilan Kriminal Internasional atas catatan hak asasi manusianya.
Terakhir kali pemimpin Korea Utara berkunjung ke Rusia adalah pada Agustus 2011. Saat itu Kim Jong-Il melakukan pertemuan, yang jarang terjadi, dengan Presiden Dmitri Medvedev.
Rusia sendiri sedang berusaha memperluas kerja sama ekonominya dengan Korea Utara dan mengincar proyek bernilai 25 miliar dolar AS untuk memperbaiki jaringan kereta api negara tersebut sebagai imbalan atas akses sumber daya mineral. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Taklukan Korea Selatan 5-0, Timnas Futsal Indonesia pimpin Klasemen Grup A Piala Asia 2026
28 January 2026 10:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018