Washington, (Antara/AFP) - Militer Amerika Serikat akan mengirim hampir 1.000 tentara untuk melatih pasukan pemberontak Suriah sebagai bagian dari usaha yang telah lama direncanakan untuk membangun satu oposisi yang moderat menghadapi kelompok IS (Negara Islam), kata Pentagon, Jumat. Pelatihan itu akan dilakukan di Arab Saudi, Turki dan Qatar dan diperkirakan akan dimulai "awal musim semi", kata juru bicara Pentagon Laksamana Muda John Kirby dalam satu jumpa wartawan. Lebih dari 400 pelatih akan mulai dikirim dalam empat sampai enam minggu ke depan, didukung dengan jumlah yang sama pasukan pendukung yang akan memberikan dukungan logistik, komunikasi dan intelijen, katanya. "Mungkin akan lebih banyak dari itu." Sekitar 5.400 petempur pemberontak akan dilatih dan dipersenjatai dalam tahun pertama program itu, dengan satu kelompok awal para petempur kemungkinan siap memasuki medan tempur "sebelum akhir tahun ini," katanya. Kongres Amerika Serikat mendukung undang-undang bulan lalu bagi dana pelatihan dan peralatan kepada pasukan Irak dan pemberontak Suriah yang berhaluan moderat, mengalokasikan sekitar 500 juta dolar bagi usaha di Suriah itu di Suriah itu. Tetapi Presiden Barack Obama dituduh bergerak lambat untuk membantu oposisi sementara kelompok IS dan kelompok garis keras lainnya telah memiliki peran yang semakin kuat di medan tempur. Obama, yang hati bagi keterlibatan AS dalam perang saudara multi-pihak di Suriah, telah lama membiarkan pemberontak berhaluan moderat. Tetapi dengan bangkitnya kelompok IS tahun lalu memicu satu perubahan dalam strategi, dengan presiden AS itu mengumumkan rencana-rencana September untuk melatih dan mempersenjatai para petempur oposisi. Akan tetapi pemerintah, telah memberikan prioritas untuk memerangi para petempur IS bukannya pemerintah Presiden Bashar al-Assad, satu penegasan bahwa bahwa itu menyebabkan terjadinya ketidaksepakatan dengan sejumlah sekutunya, termasuk Turki. Pentagon tidak menyebut Bashar dalam mengumumkan usaha pelatihan itu. Apabila telah dilatih dan dipersenjatai, pemberontak yang moderat itu akan mampu "mempertahankan" kota-kota mereka sendiri," "akhirnya melancarkan serangan-serangan terhadap para petempur IS dan membantu usaha menuju pada "satu penyelesaian politik" konflik negara itu, kata Kirby. Pasukan AS akan dilengkapi dengan satu program pelatihan CIA (Badan Intelijen Pusat) yang telah disiapkan tetapi para pejabat menolak menyebutkan apakah militer akan mengawasi usaha-usaha badan mata-mata itu. Dua negara lain juga berjanji akan membantu melatih para petempur Suriah, tetapi para pejabat tidak mengatakan nama pemerintah-pemerintah itu atau berapa jumlah pelatih yang mereka akan sumbang. Badan-badan intelijen AS dan mitra-mitra asing sedang bekerja untuk mengidentifikasi kemungkinan para calon bagi program pelatihan itu. Mayjen Michael Nagata, yang mengawasi perang pimpinan AS terhadap para petempur IS di Suriah, bertemu dengan sejumlah tokoh oposisi di Istanbul awal pekan ini, kata Kirby. Sementara itu di Irak, pasukan AS telah mulai melatih pasukan pemerintah Irak dan Kurdi dalam perang melawan IS, dengan sekitar 2.100 tentara AS dikerahkan di negara itu. (*/sun)