Kerry dan Zarif Lanjutkan Pembicaraan Nuklir
Kamis, 15 Januari 2015 6:19 WIB
Jenewa, (Antara/Reuters/AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif
tak terduga melanjutkan kembali pembicaraan tentang program nuklir Teheran di Jenewa Rabu malam, kata para pejabat.
"Menteri Kerry akan kembali ke Mandarin Hotel untuk pertemuan lain dengan Menteri Luar Negeri Zarif," kata pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.
Wartawan melihat Kerry tiba kembali di hotel, di mana
pasangan sebelumnya telah mengadakan lima jam pembicaraan pada Rabu,
termasuk dadakan 15 menit berjalan kaki sepanjang Sungai Rhone di
Jenewa tengah.
Kedua menlu Rabu melakukan pertemuan dalam upaya untuk mempercepat perundingan kesepakatan nuklir di saat tenggat waktu ketiga bagi tercapainya satu perjanjian bersejarah sudah mendekat.
Laporan AFP mengatakan, mereka berupaya untuk memecah kebuntuan, yang telah menyebabkan mereka sendiri gagal dua kali dalam memenuhi tenggat waktu mencapai perjanjian penuh untuk mengendalikan nuklir Iran yang dicurigai.
Zarif mengatakan kepada para wartawan bahwa pertemuan Rabu "penting."
"Menurut saya, (pertemuan) ini menunjukkan kesiapan kedua pihak untuk melangkah maju guna mempercepat proses."
Namun, ketika ditanya apakah kesepakatan menyeluruh akan dicapai dengan memenuhi tenggat 1 Juli, ia tetap berhati-hati dalam menjawab, "Kita lihat nanti."
Perundingan-perundingan sebelumnya mengalami jalan buntu, dilaporkan karena Iran memaksa bahwa pihaknya memiliki hak memperkaya sejumlah uranium, yang dalam beberapa kasus bisa digunakan untuk membuat bom atom. Iran menegaskan bahwa pengayaan uranium itu dilakukan untuk menjalankan program nuklir sipil bagi tujuan damai.
Selain itu, ada ketidaksepakatan soal sanksi-sanksi global. Teheran minta agar sanksi-sanksi, yang telah melumpuhkan perekonomian Iran, itu dihentikan sementara AS bersikeras bahwa Iran hanya bisa diberikan penangguhan sanksi sementara dan bertahap.
Kerry mengatakan bahwa tujuan pembicaraan yang dilakukannya dengan Zarif pada Rabu adalah untuk "mengkaji ulang" serta memberikan arahan bagi tim-tim perundingan mereka menjelang dilangsungkannya pembicaraan putaran baru oleh negara-negara kuat dunia, yang dikenal dengan P5+1, di Jenewa, Minggu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pastikan layanan prima dan operasional aman, KAI Divre II Sumbar lakukan inspeksi keselamatan lebaran 2026
12 February 2026 11:59 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018