Hama Serang Tanaman Kakao Petani Nagari Balimbing
Rabu, 14 Januari 2015 9:54 WIB
Padang Panjang, (Antara) - Tanaman kakao di Nagari Balimbing, Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) diserang hama yang bisa menyebabkan petani gagal panen.
Hama tanaman mulai menyerang kakao milik petani di Nagari Balimbing beberapa tahun terakhir, akibatnya produksi coklat turun drastis," kata Wali Nagari Balimbing Syamsurizal ketika dihubungi dari Padang Panjang, Rabu.
Dia mengatakan, hama yang menyerang tanaman kakao petani Balimbing tersebut yakni Penggerak Buah Kakao (PBK), Helopeltis dan phitoptora.
"Jenis hama ini membuat buah coklat mengeras dan baru memiliki panjang sekitar delapan centi meter sudah hitam dan membusuk, sehingga dengan kondisi tersebut, tidak sedikit petani yang gagal panen," kata Syamsurizal yang juga mantan pegawai Dinas Perkebunan tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan hama tanaman itu, pihak nagari sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dari pemerintah daerah dan Provinsi.
Dinas perkebunan sudah membasmi jenis penyakit tersebut, namun belum bisa hilang sepenuhnya, kerena yang dibasmi baru sebatas tanaman kakao milik kelompok tani, sementara yang milik pribadi belum dilakukan," katanya.
Syamsurizal yang juga ahli di tanaman kakao itu menyebutkan, hama tanaman kakao tersebut bisa hilang sepenuhnya jika diberantas secara bersamaan yang miliki kelompok dan pribadi.
"Hama tanaman kakao bisa dibasmi jika seluruh tanaman kakao yang ada di nagari balimbing ini bisa dibasmi secara bersamaan," katanya.
Dia juga mengakui pihak nagari mengalami kendala dalam membasmi hama tanaman kakao yang dikelolah secara pribadi dengan banyaknya alasan petani tersebut ketika dilakukan pembasmian hama.
"Petani kakao yang dikelolah secara pribadi memiliki berbagai alasan dalam membasmi hama tanaman, sehingga belum bisa dibas secara maksimal," sebut dia.
Nagari Balimbing sebagai sentra tanaman kakao di Sumbar memiliki luas lahan 400 hektar, 250 hektar diantaranya sudah bisa berproduksi dan 150 hektar sedang produksi awal, namun beberapa tahun terakhir hasil panen petani mulai menurun akibat penyakit hama yang menyerang tanaman kakao itu.
"Hasil panen coklat petani saat ini turun sekitar 50 persen, dari 16 ton menjadi 8 ton perbulan akibat hama tanaman tersebut," kata salah seorang petani kakao Edwin.
Tanaman kakao itu juga dikelolah oleh 27 kelompok tani dari 54 kelompok tani yang ada di Nagari yang memiliki lima jorong dan 10 ribu penduduk serta 2.423 kepela keluarga tersebut. (**/ben)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026