Empat Gerilyawan Al Qaida Tewas di Karachi
Jumat, 9 Januari 2015 18:26 WIB
Karachi, (Antara/AFP) - Polisi Pakistan, Jumat mengatakan mereka menembak mati empat gerilyawan Al Qaida termasuk seorang pemimpin senior dalam baku tembak di kota pelabuhan Karachi.
Pemimpin itu yang bernama "Sajjad" alias Kargil kabarnya adalah seorang warga Bangladesh yang pindah ke Pakistan tahun 2009 dan ahli dalam membuat bom dan jaket-jaket bunuh diri.
"Departemen Penyelidikan Kejahatan (CD) kepolisian menyerbu satu rumah di daerah Qayymabad bagian selatan Karachi tempat para tersangka sedang merencanakan satu serangan teroris" kata seorang perwira polisi lokal yang tidak bersedia namanya disebutkan kepada AFP.
Ia menambahkan Sajjad adalah komandan Al Qaida Karaachi di Asia Tenggara, satu cabang baru dari kelompok garis keras global itu yang diresmikan September lalu bersama dengan tiga cabang lainnya.
Umar Khatab, seorang personil senior polisi dari CID, mengonfirmasikan insiden itu.
"Sajjad datang dari Bangladesh ke Pakistan tahun 2009 dan tinggal di Waziristan di mana ia bersumpah setia kepada Asim Umar, ketua Al Qaida Pakistan," kata Khatab kepada AFP.
Ia mengatakan polisi menemukan amunisi, senjata api dan satu jaket bunuh diri dari rumah itu setelah terjadi baku tembak.
Tidak mungkin dapat segera mengonfirmasikan rincian mengenai kejadian itu dengan para saksi mata yang independen dari daerah tiu.
Para pegiat hak-hak asasi manusia mengatakan tersangka yang dicurigai sering membunuh dalam baku tembak dengan pasukan keamanan.
Pakistan meningkatkan serangan terhadap gerilyawan Taliban dan kelompok garis keras yang punya hubungan dengan Al Qaida setelah serangan 16 Desember terhadap satu sekolah yang dikelola militer di kota Peshawar, Pakistan timur laut.
Serangan teror yang palig banyak menimbulkan korban jiwa itu menewaskan 150 orang, 134 di antara mereka pelajar.
Para pejabat Pakistan mengatakan mereka berencana akan menggantung 500 narapidana dalam pekan-pekan mendatang , yang menimbulkan protes dari para pegiat hak asasi manusia internasional.
Pekan lalu para anggota parlemen Pakistan menyetujui satu undang-undang untuk membentuk pengadilan militer untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan teror bagi suatu penyidangan cepat. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer Myanmar lancarkan serangan udara ke gerilyawan penentang junta, telepon dan internet putus
28 September 2021 7:31 WIB, 2021
Tanggapi resolusi parlemen Irak, Menlu Prancis sebut pasukan asing masih dibutuhkan perangi ISIS
06 January 2020 10:01 WIB, 2020
Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat
26 July 2018 8:53 WIB, 2018
Ketegangan gerilyawan Palestina dan militer Israel meningkat di Jalur Gaza
30 May 2018 9:13 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houti luncurkan rudal ke kamp radar Saudi Arabia
20 May 2018 9:55 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018