WHO: Jumlah Kematian Akibat Virus Ebola Dekati 8.000
Sabtu, 3 Januari 2015 22:40 WIB
Jenewa, (Antara/TASS-0ANA) - Jumlah orang tewas akibat virus Ebola mencapai 7.989, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pernyataan, Jumat.
Sebanyak 20.381 kasus Ebola (EVD) dilaporkan, kata laporan itu. Data itu merujuk ke Guinea, Liberia dan Sierra Leone.
Sejalan dengan statistik, jumlah maksimum kematian terkait-Ebola dan kasus telah terdaftar di Liberia - 3423 kematian kumulatif dan 8.018 kasus kumulatif.
Liberia diikuti oleh Sierra Leone (2,827 kematian dan 9.633 kasus) dan Guinea (masing-masing 1.739 dan 2.730).
Kasus terpisah juga telah terdaftar di Mali, Nigeria, Senegal, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.
Ebola penyakit virus, yang sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Ebola, adalah penyakit yang parah pada manusia, sering fatal, menurut WHO.
Virus ini ditularkan kepada orang-orang dari hewan liar dan dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Rata-rata angka kasus kematian EVD sekitar 50 persen.
Wabah pertama EVD terjadi di desa-desa terpencil Afrika Tengah, dekat hutan hujan tropis. Namun, daerah perkotaan dan pedesaan utama telah terlibat dalam wabah terbaru di Afrika Barat.
Perawatan pendukung awal, yang meliputi rehidrasi dan pengobatan simtomatik, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.
Tidak ada pengobatan berlisensi terbukti dapat menetralisir virus, tetapi sejumlah darah, imunologi dan obat obat sedang dalam pengembangan.
Belum ada vaksin Ebola berlisensi tetapi dua kandidat sedang dievaluasi. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
"Fly over" Sitinjau Lauik bakal tambah jumlah jembatan "cable stayed" di Sumbar
08 November 2025 7:37 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018