Israel, Palestina Penting Memulai Kembali Perundingan
Rabu, 31 Desember 2014 11:48 WIB
Brussel, Belgia, (Antara/AFP) - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan pemungutan suara pada Selasa di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyangkut pembentukan negara Palestina menggarisbawahi kepentingan Israel dan Palestina segera memulai kembali perundingan perdamaian.
Dewan Keamanan gagal mengesahkan resolusi itu setelah Amerika Serikat mengatakan rancangan tersebut mengabaikan masalah keamanan, yang dihadapi Israel.
Resolusi yang didukung Arab itu sejatinya bisa membuka jalan bagi terwujudnya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Rancangan resolusi menetapkan batas waktu 12 bulan bagi Israel untuk mencapai kesepakatan damai dengan Palestina dan meminta Israel agar menarik dari dari wilayah-wilayah Palestina hingga akhir 2017.
Pemugutan suara itu "sekali lagi menggarisbawahi betapa mendesaknya dimulainya kembali perundingan yang berarti antara pihak-pihak terkait serta perlunya masyarakat internasional untuk memusatkan perhatian pada pencapaian-pencapaian yang nyata" bagi upaya mewujudkan penyelesaian akhir, kata Mogherini dalam sebuah pernyataan.
Dalam sebuah tanda adanya perpecahan pada sikap Uni Eropa, Prancis dan Luksemburg memberikan suara dukungan bagi resolusi, namun Inggris menyatakan abstain.
Rancangan itu sendiri gagal mengumpulkan sembilan suara dukungan yang diperlukan agar dapat disahkan oleh dewan beranggotakan 15 negara tersebut.
Namun, Mogherini mengatakan, semua pihak masih ingin membangun perjanjian perdamaian yang menyeluruh berdasarkan keberadaan dua negara "yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan serta saling mengakui".
Ia menambahkan, "Uni Eropa yakin bahwa membuat parameter yang jelas bagi perundingan itu adalah kunci keberhasilan mereka."
Mogherini mengatakan hal itu harus "ditetapkan berdasarkan resolusi-resolusi PBB terkait tanah-untuk-perdamaian, yang diperkuat dengan proses perdamaian Madrid yang diluncurkan pada 1991 bersama upaya-upaya diplomatik yang dijalankan kemudian.
Secara khusus, Uni Eropa mengutuk perluasan permukiman-permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang dianggapnya sebagai langkah yang merusak proses perdamaian. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menyentuh Hati: Warga Palestina kirim bantuan untuk korban banjir di Sumbar
06 December 2025 16:18 WIB
Aksi bela dan konser amal Opick dari Padang Panjang untuk Palestina kumpulkan donasi Rp.310 juta
23 November 2025 18:52 WIB
Pemkot Bukittinggi ungkap donasi untuk Palestina bersama Band Wali capai Rp 845 juta
20 October 2025 13:46 WIB
Jam Gadang 88 diresmikan Gubernur Sumbar, donasikan ratusan juta untuk Palestina
18 October 2025 14:34 WIB
Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Italia vs Israel diwarnai bentrokan demonstran pro-Palestina
15 October 2025 11:43 WIB
Persatuan Alumni SLTA Se-Bukittinggi Agam, Jam Gadang 88 galang dana kemanusiaan untuk Palestina
13 October 2025 13:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018