Padang Aro, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Solok Selatan, Sumatera Barat atas dasar harga berlaku dari 2008-2012 selalu berada di atas 14 persen. "Dilihat dari PDRB atas dasar harga konstan 2.000 selama periode 2008-2012 pertumbuhan ekonomi Solok Selatan cenderung mengalami peningkatan," kata Kepala BPS Solok Selatan, Ilhamiwitri di Padang Aro, Selasa. Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi atas dasar harga konstan 2.000 tersebut yaitu pada 2008 peningkatannya sekitar 6,12 persen, 2009 tumbuh 6,10 persen, 2010 mencapai 6,28 persen dan 2012 meningkat menjadi 6,44 persen. "Pertumbuhan PDRB Solok Selatan pada 2012 mencapai 6,44 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDRB Provinsi Sumatera Barat yang hanya 6,35 persen," katanya. Hal ini katanya, menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Solok Selatan pada 2012 relatif lebih baik. Ia menyebutkan, nilai PDRB Solok Selatan terus mengalami perkembangan positif dengan nilai sekitar Rp1,07 triliun pada 2008, kemudian meningkat menjadi Rp1,22 triliun pada 2009 hingga akhirnya mencapai Rp1,87 triliun pada 2012 atau terjadi peningkatan sebesar 14,96 persen bila dibandingkan dengan keadaan 2011. Pertumbuhan ekonomi Solok Selatan pada 2012 merupakan agregat dari pertumbuhan sektor-sektor yang ada. Artinya pertumbuhan nilai tambah masing-masing sektor atau sub sektor yang terjadi selama satu periode tertentu akan mencerminkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah secara keseluruhan pada periode tersebut. Dia mengatakan, selama periode 2008-2012 pertumbuhan ekonomi di masing-masing sektor terlihat fluaktif dan pada 2012 sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah sektor bangunan yaitu sebesar 8,95 persen. Sedangkan sektor pertanian tambahnya, masih merupakan andalan Solok Selatan dengan sumbangan sebesar 36,89 persen terhadap perekonomian daerah itu, dimana pertumbuhan meningkat dari 4,97 persen tahun 2011 menjadi 5,00 persen pada 2012. "Peningkatan pertumbuhan sektor pertanian disebabkan meningkatnya pertumbuhan pada hampir seluruh sub sektornya pada 2011," tambahnya. (**/rik)