Banjir di Malaysia Makin Parah
Rabu, 24 Desember 2014 14:19 WIB
Kuala Lumpur, (Antara) - Banjir yang melanda enam negara bagian di Pantai Timur Malaysia semakin buruk dengan jumlah pengungsi mencapai 46.461 orang.
Banjir yang disebabkan fenomena kedudukan bulan yang berdekatan dengan bumi itu mengakibatkan air pasang besar di Pantai Timur serta hujan lebat terus menerus di Pantai Barat, demikian dilaporkan berbagai media lokal di Kuala Lumpur, Rabu.
Kelantan merupakan negeri paling parah dilanda banjir dengan jumlah korban yang mengungsi hingga Selasa (23/12) tercatat 21.594 orang, disusul oleh Terengganu (12.403 pengungsi), Pahang (6.286 pengungsi), Sabah (287), Perlis (93) dan Perak (435 orang).
Pejabat Meteorologi Kanan Pusat Cuaca Nasional, Kantor Meteorologi Malaysia Dr Mohd Hisham Mohd Anip mengatakan banjir diperparah dengan tiupan angin muson timur laut secara konsisten melintasi Laut China Selatan ke Malaysia sejak November hingga Maret 2015 nanti.
"Meskipun hujan semakin reda dan tidak lagi lebat, namun banjir sukar untuk surut disebabkan fenomena full moon yang mana bulan berada dekat dengan bumi yang menyebabkan air pasang lebih tinggi dari biasa," katanya.
"Selain itu, hujan yang tidak berhenti sebelumnya menyebabkan aliran sungai dari hulu ke kuala tidak sampai sehingga menyebabkan air sungai melimpah dan menyebabkan banjir," katanya.
Kantor Meteorologi Malaysia memperkirakan hujan lebat akibat tiupan angin muson timur laut di Kelantan, Terengganu dan Pahang sejak minggu lalu akan terus terjadi hingga awal Januari 2015. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Emas UBS Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr di Minggu (15/02/2026) hari ini
15 February 2026 6:50 WIB
Tiga warung di sisi Stasiun Lambuang kawasan Tugu Polwan Bukittinggi habis terbakar
14 February 2026 20:53 WIB
Siap Hadirkan Listrik Andal di Bulan Suci, PLN Gencarkan Pembersihan Jaringan
14 February 2026 20:43 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018