Mahasiswa Iran Desak Rouhani Bebaskan Para Pemimpin Oposisi
Senin, 8 Desember 2014 5:51 WIB
Teheran, (Antara/AFP) - Para mMahasiswa Iran meminta Presiden
Hassan Rouhani Ahad untuk membebaskan dua pemimpin oposisi yang ditahan di bawah tahanan rumah selama bertahun-tahun, kata laporan kantor berita Fars.
Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi - keduanya orang rezim yang berbalik menjadi pengecam - telah ditahan tanpa komunikasi sejak Februari 2011 setelah memimpin bulan-bulan protes yang menuduh kecurangan dalam mengalahkan pendahulu garis keras Rouhani, Mahmoud Ahmadinejad.
"Seribu hari telah berlalu dan Mousavi masih belum bebas" dan "Pesan kami jelas: hentikan penahanan rumah" kata beberapa mahasiswa saat Rouhani menyampaikan pidato di fakultas kedokteran di Teheran.
Mousavi dan Karroubi menantang terpilihnya kembali Ahmadinejad pada tahun 2009 dan kemudian memimpin gerakan protes bahwa pemerintah ditekan, dan menangkap ribuan orang.
"Kami mengejar jalan kami berjanji untuk mengambil dan bersumpah bahwa tidak akan merusak," kata Rouhani menanggapi mahasiswa.
Fars tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang insiden itu.
Pemerintah Rouhani cenderung ingin membebaskan dua pemimpin oposisi, tetapi melakukannya bukan keputusan yang bisa diambil oleh eksekutif, menurut beberapa anggota pemerintah.
Presiden telah berjanji keterbukaan politik dan budaya yang lebih besar di Iran, dan mengatakan pekan ini, bahwa saat ini iklim "keamanan" dipaksakan pada perguruan tinggi telah berlalu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal Indonesia vs Iran di final Piala Asia Futsal 2026, sejarah baru terukir?
07 February 2026 15:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018