37 Orang Tewas Dalam Serangan Bom di Irak
Jumat, 5 Desember 2014 8:08 WIB
Baghdad, (Antara/Xinhua-OANA) - Sebanyak 37 orang tewas dan 92 orang lagi cedera dalam beberapa serangan bom terpisah pada Kamis malam (4/12) di Irak, kata beberapa sumber polisi.
Satu sumber polisi memberitahu Xinhua bahwa 12 orang tewas dan 41 orang lagi cedera ketika satu bom mobil meledak pada Kamis malam di dekat satu pasar terkenal di Kabupaten Kota Sadr, Baghdad Timur. Ia menambahkan beberapa toko hancur akibat ledakan kuat.
Beberapa menit kemudian, satu bom mobil lagi meledak di dekat satu kelompok restoran di kabupaten yang sama, sehingga menewaskan sembilan orang dan melukai 28 orang lagi.
Dalam peristiwa terpisah, seorang warga sipil tewas dan tiga orang lagi cedera ketika satu bom pinggir jalan meledak di Kabupaten Karrada, di pusat Kota Baghdad, kata sumber tersebut sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.
Selain itu, seorang pembom bunuh diri yang mengenakan rompi peledak meledakkan dirinya di satu kafetaria di Kota Kirkuk, bagian utara Irak. Sebanyak 15 orang tewas dan 20 orang lagi cedera, kata seorang polisi setempat yang tak ingin disebutkan jatidirinya kepada Xinhua.
Irak telah menyaksikan kerusuhan terburuk dalam bertahun-tahun, sehingga menewaskan 5.576 warga sipil selama semester pertama tahun ini. Tak kurang dari 11.666 orang lagi cedera, demikian laporan PBB belum lama ini.
Irak berencana meminta bantuan NATO untuk melatih pasukan keamanannya, kata aliansi itu pada Rabu, beberapa bulan setelah tentara Irak mengalami pukulan keras dalam menghadapi serangan anggota Negara Islam (IS).
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Rabu (3/12) memberitahu Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengenai rencana Baghdad dalam pertemuan di Brussels, Belgia, kata Oana Lungescu, Juru Bicara Pakta Pertahanan Atlantik Utara.
Irak berusaha meminta bantuan NATO untuk membangun kemampuan pertahanannya; bisa berupa penasehat dalam pelayanan keamanan, saran anti-korupsi, dan untuk pelatihan militer penuh.
NATO sebelumnya memiliki tim untuk melatih pasukan keamanan Irak, tetapi tim tersebut ditarik dari Irak pada akhir 2011, ketika tidak ada kesepakatan yang bisa dicapai mengenai status hukum pasukan NATO yang beroperasi di negara itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018