Medan, (Antara) - Real Estate Indonesia atau REI Sumatera Utara memprediksi permintaan akan rumah hingga akhir tahun cenderung melemah akibat krisis ekonomi. "Permintaan yang melemah terjadi di semua tipe, tetapi pengembang tetap berupaya eksis," kata Ketua REI Sumut Umar Husin di Medan, Sabtu. Pengembang terus melakukan inovasi termasuk dalam mempromosikan rumah yang dibangun, katanya. Agar pembangunan rumah terus berjalan sejalan dengan kebutuhan yang masih cukup banyak, REI berharap Pemerintah membantu dari berbagai sisi. Pemerintah misalnya bisa meredam kenaikan suku bunga kredit perumahan perbankan, mempermudah perizinan hingga menjaga agar kenaikan harga bahan bangunan tidak signifikan atau di luar kewajaran. "Kalau penjualan rumah terhambat, maka kekurangan rumah di tengah masyarakat juga semakin besar," katanya. Dia mengakui, REI sudah mengusulkan ke Pemerintah agar harga rumah bersubsidi dinaikkan sebesar 10-15 persen dari Rp117 juta dewasa ini untuk di kawasan Sumatera. "Kalaupun harga dinaikkan, untung pengembang tetap tipis," katanya. Ketua Kehormatan DPD REI Sumut, Tomi Wistan menyebutkan, pengembang memang dalam posisi sulit dalam menjalankan bisnis di tengah krisis ekonomi. "Harus semakin pintar menyiasati agar penjualan rumah masih bisa dilakukan," katanya. (*/jno)