Amerika Serikat, (Antara/AFP) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan memperpanjang upaya pengiriman bantuan ke Suriah hingga setahun ke depan, kata pemimpin dewan keamanan, Selasa (25/11), karena data terbaru menunjukkan bahwa masih banyak warga Suriah yang butuh bantuan. Dewan Keamanan PBB pada Juli menyepakati resolusi yang memungkinkan truk berisi bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Suriah yang dikuasai pemberontak tanpa perlu persetujuan dari rezim Damaskus. Duta Besar Australia Gary Quinlan, yang negaranya memimpin dewan keamanan bulan ini, mengatakan bahwa Australia bersama Luksemburg dan Yordania akan bergerak sigap untuk memperpanjang pengiriman bantuan selama 12 bulan. "Kami akan berkonsultasi dua pekan yang akan datang untuk memperpanjang mandat selama 12 bulan," kata Quinlan. Pejabat bantuan kemanusiaan PBB Valeria Amos meminta dewan untuk memperbarui otorisasi pengiriman bantuan yang akan berakhir pada Januari 2015. Meskipun konvoi bantuan tersebut belum tiba di tangan semua orang yang membutuhkan, "hal tersebut telah membuat perbedaan," kata Amos yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Bantuan Kemanusiaan. Selama enam bulan terakhir, sudah 30 konvoi PBB yang membawa bantuan makanan, persediaan medis, air dan perlengkapan sanitasi dari Turki dan Yordania. Oposisi Koalisi Nasional Suriah mengatakan dalam pernyataan bahwa konvoi tersebut "hanya mencapai sebagian kecil dari 3,5 juta orang yang ingin dibantu" dan mereka meminta PBB untuk meningkatkan pengiriman bantuan. Duta besar Australia mengatakan pada para reporter usai konsultasi dewan yang berlangsung tertutup bahwa "ada kemungkinan kami dapat memperbesar skala (bantuan)" Perang Suriah yang berlangsung hampir empat tahun telah memaksa nyaris setengah warganya mengungsi bahkan sebagian dari mereka harus melarikan diri berkali-kali. Kini ada 7,6 juta orang yang mengungsi di dalam negeri dan 3,2 juta orang melarikan diri ke luar negeri, kebanyakan ke negara-negara lain yang berbatasan dengan Suriah. "Ini adalah jumlah pengungsi terbesar akibat konflik yang terjadi di dunia," kata Amos. Saat ini 12,2 juta warga Suriah membutuhkan bantuan, jumlahnya naik dari 10,8 juta orang butuh bantuan pada Juli 2014. Amos meminta dewan keamanan untuk menekan semua pihak yang terlibat dalam perang Suriah untuk berhenti memblokir pengiriman bantuan dan mengakhiri kekerasan. Laporan PBB bulan ini menyebutkkan bahwa 10 permintaan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengirimkan bantuan sejak Oktober 2014 tidak pernah direspon oleh pemerintahan Bashar al-Assad. Utusan PBB Staffan de Mistura mengusulkan untuk membuat kawasan khusus di Suriah untuk "membekukan" peperangan dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan serta menciptakan tempat untuk melakukan negosiasi politik. (*/sun)