Ketegangan Arab-Qatar Reda Pasca Perundingan Negara Teluk
Senin, 17 November 2014 12:29 WIB
Riyadh, (Antara/AFP) - Para pemimpin kawasan teluk pada Ahad sepakat kembali menempatkan duta besar di Qatar untuk mengakhiri ketegangan terkait dukungan Doha kepada kelompok Ikhwanul Muslimin.
Kesepakatan tersebut dicapai pada pertemuan Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk (GCC) yang tidak diumumkan kepada media. Perundingan yang dihadiri oleh para pemimpin anggota GCC itu dikabarkan berlangsung di Arab Saudi.
GCC adalah persekutuan negara-negara Arab yang terdiri dari Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, dan Qatar.
Dalam pertemuan itu Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, dikabarkan berperan besar memediasi perbedaan pandangan antara Qatar di satu sisi dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan juga Bahrain di sisi lain.
Qatar dituduh mendukung perkembangan kelompok Ikhwanul Muslimin dan menyediakan tempat yang aman untuk kelompok-kelompok radikal.
Qatar dinilai mencampuri urusan dalam negeri di Riyadh dan Abu Dhabi karena Ikhwanul Muslimin adalah kelompok yang dicap teroris oleh pemerintahan kedua negara tersebut.
Selain itu, sebagian di antara 83 kelompok radikal yang dikategorikan oleh Uni Emirat Arab sebagai "organisasi teroris" ternyata juga berkantor di Qatar. Salah satunya adalah International Union of Muslim Scholars yang dikepalai oleh pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, Yusuf al-Qaradhawi.
Tudingan-tudingan tersebut kemudian memuncak dengan ditariknya duta besar dari tiga negara teluk pada Maret lalu dan memicu sengketa diplomatik terburuk di antara anggota GCC sejak pembentukan tahun 1981.
Pernyataan tertulis dari GCC pada Ahad menyebut bahwa kesepakatan penempatan kembali duta besar ke Doha "berpotensi membuka halaman baru bagi terciptanya landasan yang kuat, terutama di tengah bermunculannya peristiwa-peristiwa sensitif di kawasan."
Munculnya situasi baru tersebut "membutuhkan upaya ekstra keras" untuk menjaga kestabilan kawasan teluk.
"Berdasarkan pertimbangan ini, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memutuskan untuk mengirim kembali duta besar ke Doha," tulis pernyataan resmi tersebut.
GCC tidak memberi keterangan lebih lanjut mengenai "peristiwa-peristiwa sensitif" yang dimaksud, namun dalam beberapa bulan terakhir sejumlah negara Arab bergabung dengan koalisi internasional untuk memerangi kelompok Daulah Islam (ISIS) di Suriah.
Di sisi lain, keterangan mengenai kapan tanggal resmi kembalinya duta besar tiga negara tersebut ke Doha juga belum diberikan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang terima kunjungan Wakil Dubes UEA, salurkan bantuan bagi korban bencana
12 December 2025 16:52 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018