Armenia Katakan Azerbaijan Tembak Jatuh Helikopter Militer
Kamis, 13 November 2014 5:57 WIB
Baku/Yerevan, (Antara/Reuters) - Kementerian Pertahanan Armenia menuduh pasukan bersenjata Azerbaijan, Rabu, menembak jatuh
sebuah helikopter militer milik Nagorno-Karabakh, daerah di Azerbaijan yang dikendalikan oleh etnis Armenia.
Jatuhnya helikopter, insiden pertama sejak gencatan senjata disepakati pada tahun 1994 setelah perang atas wilayah kecil pegunungan di Kaukasus Selatan, bergeser sampai ketegangan antara Armenia dan penghasil minyak Azerbaijan.
Tiga awak berada di kapal helikopter itu, yang pada
penerbangan pelatihan, kata para pejabat Kementerian Pertahanan di Nagorno-Karabakh dan Armenia. Tidak ada informasi mengenai korban.
Azerbaijan menegaskan telah menembak jatuh sebuah helikopter, tetapi mengatakan itu adalah pesawat Armenia yang berniat untuk menyerang tentara Azerbaijan dekat garis tambang yang dijaga kontak ketat di sekitar Nagorno-Karabakh.
"Penerbangan ini musuh, setelah serangkaian manuver, berusaha untuk menyerang posisi Azeri," kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan
dalam satu pernyataan.
Serangan itu menarik ancaman pembalasan dari Armenia.
"Konsekuensi bagi kejengkelan belum pernah terjadi sebelumnya, situasi ini akan sangat menyakitkan bagi pihak Azeri," kata Menteri Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan, pada halaman Facebook-nya.
Kekerasan menyoroti risiko ketegangan Nagorno-Karabakh memicu konflik lebih luas di Selatan Kaukasus, di mana aliran minyak dan gas bumi dari wilayah Kaspia ke Eropa berada.
Sekitar 30.000 orang tewas pada tahun 1991 dalam pertempuran antara etnis Azeri dan Armenia yang meletus pada saat Uni Soviet
runtuh.
Meskipun gencatan senjata 20 tahun, terutama Muslim Azerbaijan dan Armenia yang didominasi Kristen secara teratur memperdagangkan tuduhan menghasut kekerasan di sekitar Nagorno-Karabakh dan sepanjang
Perbatasan Azeri-Armenia, di mana bentrokan juga terjadi.
Nagorno-Karabakh menjalankan urusannya sendiri dengan militer berat dan dukungan keuangan dari Armenia. Pasukan Armenia yang didukung juga menjalankan tujuh kabupaten Azeri sekitar Nagorno-Karabakh yang disita selama perang.
Upaya-upaya untuk mencapai penyelesaian permanen konflik Nagorno-Karabakh telah gagal meskipun upaya mediasi dipimpin oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Perikanan Pasaman Barat katakan 70 persen nelayan di daerah itu masih tradisional
03 September 2023 17:46 WIB, 2023
Ferdy Sambo katakan siap bertanggung jawab atas tindak pidana yang dilakukannya
01 November 2022 14:01 WIB, 2022
Jaksa Agung katakan penerapan hukuman mati koruptor perlu dikaji bersama
18 November 2021 12:32 WIB, 2021
Pelatih Persib katakan Ezechiel tak turun lawan Bhayangkara karena belum fit
24 October 2019 6:14 WIB, 2019
Dipertanyakan banyak pihak, Menteri Kelautan katakan tetap lakukan penenggelaman
23 October 2019 14:52 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018