Mensos: "Kartu Sakti" Dibiayai APBN
Sabtu, 8 November 2014 14:31 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tiga kartu yang diluncurkan pemerintah yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menggunakan anggaran APBN.
"Ini tidak ada CSR," kata Khofifah disela-sela meninjau KSN Indotera Expo 2014 di gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata Jakarta, Sabtu.
Hal itu disampaikan Mensos terkait peluncuran KIS, KIP dan KKS yang dipermasalahkan oleh legislatif.
"Jadi ini APBN 2014 dan sudah disetujui DPR. Kalau KIS cek saja APBN 2014 di Kementerian Kesehatan, KIP cek APBN di Kementerian Pendidikan," kata Khofifah.
Untuk program KKS DIPA berasal dari Kemensos namun anggaran dari Bendahara Umum Negara sebesar Rp6,4 triliun dengan rincian Rp6,2 triliun untuk KKS dan Rp199 miliar untuk mencetak kartu dan pendistribusiannya.
"Untuk 2015 belum dibahas, kalaupun dibahas pasti dalam waktu segera mungkin," tambah khofifah.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan pembiayaan KIS, KIP dan KKS saat ini menggunakan dana tanggung jawab sosial (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan APBN, sehingga tidak memerlukan persetujuan DPR.
"Satu itu kan sudah jalan, dan itu juga bantuan dari berbagai pihak. Itu CSR dan lain-lain, iya CSR dari BUMN. Tidak masuk APBN. Jadi nggak usah ribut-ribut dulu, kita fokus ini," katanya di Makassar, Rabu (5/11) malam. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Didukung Kementerian PKP, Pemkot Padang tata permukiman kumuh di Pasia Nan Tigo
19 January 2026 19:02 WIB
APBN benih padi 274 hektare dorong peningkatan ketahanan pangan Sawahlunto
17 September 2025 17:14 WIB
Revitalisasi pendidikan dasar Sawahlunto didukung Dana APBN Rp1,5 Miliar
10 September 2025 11:30 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018