Eropa Tidak akan Akui Pemilu di Ukraina Timur
Sabtu, 1 November 2014 18:39 WIB
Berlin, (Antara/Reuters) - Kanselir Jerman mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Uni Eropa tidak akan mengakui pemungutan suara di bagian timur Ukraina yang rencananya akan digelar pada Ahad, demikian keterangan juru bicara pemerintah Berlin.
Merkel menyampaikan pernyataan tersebut dalam pembicaraan telephon bersama Putin, Presiden Prancis Francois Hollande dan pemimpin Ukraina Petro Poroshenko, kata juru bicara kanselir, Georg Streiter, Jumat.
"Merkel dan Hollande menegaskan bahwa hanya ada satu pemungutan suara yang sah dalam undang-undang di Ukraina," kata dia.
"Pemerintah Jerman tidak akan mengakui pemilihan umum yang tidak sah ini," kata Streiter.
Ukraina timur saat ini tengah dilanda konflik antara gerilyawan pro-Moskow dengan pasukan pemerintah dan telah menewaskan lebih dari 3.700 orang. Sebelumnya gencatan senjata tercapai pada September namun sejumlah insiden tembak-menembak tetap terjadi.
Pemilu pada Sabtu di Ukraina timur bertujuan untuk memilih presiden dan parlemen di wilayah merdeka.
Sementara pemerintah Ukraina sendiri berencana untuk menggelar pemilihan umum di wilayah tersebut pada Desember untuk memberi otonomi khusus dan menangkal tuntutan kemerdekaan.
Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Kimlin mengecam "pemungutan suara palsu dan tidak sah untuk memilih presiden di wilayah Donets dan Luhansk serta parlemennya."
"Rusia harus mendesak teroris tersebut untuk membatalkan pemilihan umum karena hanya akan memperparah konflik," kata Kimlin.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Selasa mengatakan bahwa Moskow akan mengakui hasil pemilu. Namun pada Jumat, Kremlin tidak menyebut adanya pembicaraan mengenai pemungutan suara di Ukraina dalam pembicaraan telephon yang melibatkan empat pemimpin negara.
"Rusia menyuarakan pentingnya pembangunan dialog berkelanjutan antara pemerintah pusat Ukraina dengan perwakilan Donets dan Luhansk yang hingga kini berkontribusi besar bagi terciptanya stabilisasi keamanan," kata Kremlin dalam pernyataan tertulis.
Di Washington, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Bernadette Meehan mengatakan bahwa Amerika Serikat juga tidak akan mengakui apapun hasil pemilihan umum di Ukraina timur.
"Kami mengingatkan Rusia untuk tidak menggunakan hasil pemilu tidak sah sebagai alasan pengiriman pasukan dan peralatan militer ke Ukraina," kata Meehan dalam pernyataan tertulis. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda : Pemulihan bencana tidak hanya harus cepat tapi juga harus terukur
28 January 2026 12:29 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018