Kementerian PU: Butuh 3.415 Investasi Dalam RPJMN
Selasa, 21 Oktober 2014 6:34 WIB
Lubuk Sikaping, (Antara) - Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan pendanaan infrastruktur bidang pekerjaan umum dalam konsep Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 membutuhkan 3.415 investasi.
Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi(Pusbin KPK) Kementerian PU Panani Kesai di Lubuk Sikaping, Selasa, mengatakan untuk RPJMN 2015-2019, pendanaan bagi infrastruktur berdasarkan skenario 100 persennya, membutuhkan 3.415 investasi, skenario 75 persennya 2.393 investasi, dan skenario 50 persennya 1.792 persen.
"Pembangunan infrastruktur bidang PU tersebut berdasarkan RPJMN 2015-2019, terdiri dari jalan, sumber daya air (SDA), cipta karya atau air bersih dan sanitasi, dan cipta karya pemukiman," katanya dalam Seminar Analisa Pembangunan, di Pasaman.
Ia mengatakan saat ini permasalahan dan isu strategis infrastruktur, yakni menjamin ketahanan air, pangan, dan energi untuk mendukung ketahanan nasional, pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar dan standar layanan minimum baik perumahan dan kawasan pemukiman, pembangunan transportasi masal perkotaan, serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi pendanaan infrastruktur.
Kebutuhan 3.415 investasi tersebut, meliputi jalan 1.274 investasi, sumber daya air 1.091 invesrasi, cipta karya air bersih dan sanitasi 666 investasi, serta cipta karya permukiman 384 investasi.
Sehubungan dengan itu, katanya, untuk Sumbar, isu strategis bidang infrastruktur, terdiri atas penanganan kawasan perbatasan yang memiliki simpul transportasi dan permasalahan tata ruang yang belum ada ketegasan antara daerah perbatasan.
Selain itu, pengendalian penataan ruang dalam mendukung metropolitan Padang, program perwujudan struktur dan pola penataan ruang di Sumbar, antara Pusat Kegiatan Nasional (PKN), Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL).
"Selain itu, isu starategis bidang infrastruktur di Sumbar, juga penyusunan tata ruang dan zoning koridor tol Sicincin-Padang Panjang-Tanah Datar-Payakumbung-Limapuluh Kota," katanya.
Panari mengatakan kebutuhan akan informasi penataan ruang di tingkat kecamatan tidak dapat terlaksana karena tidak tersedia anggaran khusus dalam pelaksanaan bidang penataan ruang di tingkat kabupaten atau kota. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
40 Ribu Pekerja Lokal Dilibatkan Kementerian PU Pulihkan Infrastruktur Sumatera
31 January 2026 12:04 WIB
Wako Padang Panjang ajukan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur ke Menteri PU
30 January 2026 18:10 WIB
Pariaman ajukan proposal pembangunan infrastruktur rusak akibat bencana ke Menteri PU
30 January 2026 18:06 WIB
Menteri PU: pengerjaan sumur bor tempat ibadah diprioritaskan jelang Ramadhan
30 January 2026 17:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018