Logo Header Antaranews Sumbar

Gunung Marapi semburkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter

Minggu, 1 Maret 2026 16:11 WIB
Image Print
Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat meletus pada Minggu (1/3/2026) pukul 15.11 WIB. ANTARA/HO-Humas PGA Gunung Marapi

Padang (ANTARA) - Pos Gunung Api (PGA) melaporkan erupsi Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Minggu, pukul 15.11 WIB dengan lontaran abu setinggi 1.500 meter mengarah ke tenggara.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara," kata petugas PGA Gunung Marapi Ilhamdi Saputra di Kota Padang, Minggu.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter, serta berdurasi sekitar 68 detik.

Saat ini, gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut berstatus Level II atau Waspada. Artinya, masyarakat dilarang berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

Kondisi tersebut, terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Kemudian, apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.

Petugas PGA secara berkesinambungan terus mengingatkan tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut dapat menyebabkan munculnya aliran air yang sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.

Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan karena sangat rentan dan berbahaya terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Hal yang paling mungkin terjadi yakni banjir lahar dingin seperti peristiwa 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Marapi semburkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026