REI Sumut: Jangan Hapus Total Subsidi RTS
Rabu, 15 Oktober 2014 14:21 WIB
Medan, (Antara) - Realestate Indonesia Sumatera Utara berharap Pemerintahan baru tidak menghapus secara total program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk rumah tapak sejahtera karena rakyat masih membutuhkannya.
"REI (Realestate Indonesia) mendukung program rusun (rumah susun) yang dicanangkan Pemerintah, tetapi dewasa ini, hunian vertikal itu masih cocok untuk di perkotaan, sehingga pembangunan RTS (rumah tapak sejahtera) masih sangat dibutuhkan warga," kata Ketua Realestate Indonesia (Rei) Sumut, Umar Husein di Medan, Rabu.
Mengacu pada kondisi itu, REI berharap Pemerintahan baru tidak menghapus total program FLPP untuk RTS itu seperti yang direncanakan mulai berlaku 1 April 2015.
Di Sumut, kata dia, rusun itu sudah bisa diterapkan untuk di wilayah Kota Medan yang memang masyarakatnya sudah modern dan membutuhkannya akibat aktivitas yang tinggi dan semakin mahalnya harga lahan serta padatnya lalu lintas.
REI Sumut, kata dia, akan terus meminta Pemerintahan baru mengevaluasi rencana kebijakan penghapusan FLPP untuk rumah tapak itu.
Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla di Jakarta beberapa waktu lalu menegaskan akan mendorong pembangunan rusun untuk mengatasi permasalahan pemukimam di Indonesia.
Rusun, kata dia, mengatasi kesulitan pengembang mendapatkan lahan dan mengantisipasi berkurangnya terus ruang terbuka hijau.
Menurut dia, dengan bertambahnya terus jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 1,5 persen per tahun akan mengkhawatirkan kehilangan lahan pertanian secara terus menerus yang membahayakan keamanan pangan.
Deputi Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan Rakyat Jamil Ansari ketika di Medan menegaskan sesuai rencana Pemerintah akan menghentikan program rumah subsidi melalui skema FLPP atau subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus untuk rumah tapak (landed house) mulai 1 April 2015.
Subsidi itu, kata dia, hanya dipertahankan untuk rumah susun sederhana milik (Rusunami) dengan alasan, antara lain karena harga tanah yang terus naik tinggi dan berkurangnya lingkungan hijau dampak pembangunan rumah.
"Pembangunan rusun sudah sangat mendesak dan warga juga sudah semakin terbiasa. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak menjalankan program rusun itu nantinya di tahun 2015," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018