Lavrov: Moskow Menentang Bentrokan Langsung dengan Barat
Selasa, 14 Oktober 2014 8:39 WIB
Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Moskow menyatakan Rusia menentang bentrokan langsung dengan Barat kendati ada tindakan bermusuhan Barat terhadap Rusia.
Sementara itu upaya gabungan internasional diperlukan untuk menangkal ancaman terhadap kestabilan global, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Senin (13/10).
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah seruan Lavrov belum lama ini bagi "penataan kembali" hubungan dengan Amerika Serikat dan serangkaian tindakan yang bertujuan meredam ketegangan.
"Meskipun ada prilaku yang bermusuhan dari mitra Barat, kami tetap menentang terperosok ke dalam skenario primitif mengenai bentrokan langsung antara Rusia dan Barat," kata Lavrov di dalam satu wawancara dengan Journal of Moscow State Institue of International Relations.
"Rusia siap untuk terus memberi sumbangan bagi penyelesaian masalah lintas-perbatasan. Tapi harus ada saling menghormati dan kesamaan hak," Lavrov sebagaimana dikutip kantor berita RIA Novosti.
Diplomat tersebut menegaskan hanya upaya gabungan dapat efektif dalam memerangi ancaman global yang ditimbulkan oleh krisis di Ukraina, Negara Islam,, konflik Israel-Palestina, ketidak-stabilan di Afghanistan dan lain-lain, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.
Moskow akan, seperti biasa, berusaha mencari kesepakatan dengan semua mitranya guna menjamin keseimbangan kepentingan, sebab prinsip
kebijakan luar negeri Rusia dirancang untuk mencapai kesepakatan sejalan dengan kepentingan nasional Rusia dan kepentingan hukum mitranya, kata Lavrov.
Walaupun menuding Barat sebagai penyebab krisis Ukraina, Menteri Luar Negeri Rusia itu mengatakan krisis Ukraina secara serius telah merusak kestabilan tatanan internasional, yang akan memiliki dampak jangka panjang.
Perkembangan di Ukraina "bukan perwujudan kecenderungan baru yang mendasar, tapi lebih berupa puncak dari kebijakan yang telah diterapkan oleh mitra Barat terhadap Rusia selama bertahun-tahun," katanya. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hubungan Washington dan Beijing akan berubah secara fundamental jika China dukung Rusia
16 February 2023 12:27 WIB, 2023
Putin izinkan operasi militer khusus, Moskow akan melakukan de-militerisasi dan 'de-Nazi-fikasi' Ukraina
24 February 2022 12:35 WIB, 2022
Lazio ke peringkat kedua Grup E usai libas Lokomotiv Moskow tiga gol tanpa balas
26 November 2021 6:13 WIB, 2021
Kalah dari Spartak Moskow, Koulibaly tak mau cari alasan atas kekalahan timnya
25 November 2021 5:47 WIB, 2021
Tren sapu bersih West Ham dihentikan Genk usai kedua tim bermain imbang 2-2
05 November 2021 6:08 WIB, 2021
Langkah Feyenoord di Liga Europa terhenti di tangan Wolfsberger setelah kalah 0-1 di laga pemungkas
11 December 2020 5:49 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018