MUI: Waspadai Kemunculan Pola Komunis Gaya Baru
Rabu, 1 Oktober 2014 13:30 WIB
Jakarta, (Antara) - Cendikiawan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Anton Tabah mengingatkan bangsa Indonesia mewaspadai munculnya pola komunis gaya baru yang dikhawatirkan menyusup ke segala lini kehidupan, khususnya generasi muda dan lembaga pemerintah.
"Ini harus diwaspadai agar tidak ada tindakan-tindakan mengarah ke komunisme menyusup dengan memanfaatkan aliran sekuler dan liberalis," ujarnya di Halaqoh Kebangsaan "Mewaspadai Gejala Kebangkitan Komunisme Gaya Baru di Indonesia" di Kantor MUI Pusat, Rabu.
Pengurus komisi hukum MUI Pusat tersebut mengaku gejala-gejala masuknya pola komunis gaya baru sekarang ini mulai muncul, antara lain pemahaman salah tentang penafsiran Undang-Undang Dasar 1945, terbukanya kebebasan ala kebarat-baratan hingga pornografi dan pornoaksi yang mulai marak.
"Bahkan, tidak menutup kemungkinan pola tersebut masuk ke lini ekonomi, politik, sosial dan budaya," katanya.
Menurut dia, munculnya pola-pola tersebut dipengaruhi oleh pemanfaatan aliran sekuler dan liberalis serta kebebasan yang diterjemahkan terlalu luas.
Ia berharap rakyat, terutama generasi muda, disadarkan bahwa demokrasi di Indonesia harus bisa menjalankan demokrasi tanpa sekuler serta menjunjung tinggi agama apapun yang dianut di Indonesia.
"Generasi muda Indonesia harus sadar bahwa komunisme, leninisme, marxisme (atheis), bahkan sekulerisme, liberalisme tidak cocok hidup di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila, apalagi dengan agama yang menjadi roh Pancasila," kata ulama yang saat ini bertugas sebagai Penasihat Kapolri tersebut.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, cendikiawan muslim Salim Said mengatakan sekarang bahaya komunisme sudah tidak ada dan menilai ideologinya sudah bankrut sebagai gerakan internasional.
"Kalau komunisnya sudah tidak ada. Sedangkan, ancaman sekarang yang ada bukan karena adanya partai komunis, tapi datang dari suatu kesadaran yang dulu berkembang," katanya.
Dalam dialog tersebut, turut sebagai pembicara tokoh Islam sekaligus mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan Kepala Staf Kostrad Mayjen (TNI) Setyo Sularso. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mikel Arteta waspadai peningkatan performa Manchester United di bawah Michael Carrick
24 January 2026 4:55 WIB
Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Imbau Warga Waspadai Penyakit Pasca Banjir
04 December 2025 14:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018