Parlemen Turki Akan Bahas Bergabung Aksi Militer Terhadap IS
Selasa, 30 September 2014 6:01 WIB
Ankara, (Antara/AFP) - Pemerintah Turki Senin mengatakan pihaknya cenderung menyerahkan mosi ke parlemen dalam waktu 24 jam meminta perpanjangan mandat aksi militer di Irak dan Suriah, sehingga Ankara dapat bergabung dengan koalisi melawan pejuang Negara Islam (IS).
"Mosi belum dikirim ke parlemen. Mereka mungkin datang besok,"
kata juru bicara parlemen Cemil Cicek seperti dikutip televisi NTV.
Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan, gerakan itu akan diperdebatkan pada Kamis.
Turki menolak untuk bergabung dengan koalisi yang luas yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk mengalahkan para pejuang jihad, sementara puluhan warganya termasuk para diplomat dan anak-anak ditahan oleh gerilyawan IS telah diculik dari Konsulat Turki di kota Mosul, Irak utara.
Setelah mengamankan kebebasan mereka dalam operasi rahasia yang dilaporkan mengakibatkan pembebasan 50 pejuang IS, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan posisi Turki telah berubah, menandakan sikap yang lebih kuat terhadap kelompok.
"Kami akan mengadakan diskusi dengan lembaga-lembaga yang relevan pekan ini. Kami akan pastikan di mana kita perlu," kata Erdogan Minggu.
"Kita tidak bisa tinggal keluar dari ini."
Pemerintah berharap gerakan tersebut akan diteruskan oleh parlemen sebelum Libur Lebaran Muslim Idul Adha yang dimulai Sabtu.
Dalam satu langkah yang langka, jendral Turki, Necdet Ozel, akan berbicara dengan kabinet pada Selasa, yang akan diikuti oleh pertemuan puncak keamanan diketuai oleh Erdogan.
Turki sejauh ini telah menerima lebih dari 160.000 pengungsi yang melarikan diri dari serangan IS dekat kota Ain al-Arab, dan menyerukan zona aman dan zona penyangga untuk membantu warga sipil di Suriah.
Turki telah mengambil lebih dari 1,5 juta pengungsi yang melarikan diri dari rezim Presiden Bashar al-Assad.
Pada Senin, sebuah mortir ditembakkan dari Suriah mendarat di tanah Turki - hingga dua kilometer (1,2 mil) dari gerbang perbatasan Mursitpinar, kata laporan fotografer AFP. Namun tidak menimbulkan kerusakan atau korban jiwa.
Tetapi mortir yang menghantam sebuah rumah di sebuah desa Turki di perbatasan Suriah Minggu malam mengakibatkan tiga orang terluka, kata militer dalam situsnya Senin.
Dikatakan angkatan bersenjata Turki membalasnya. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Spanyol cetak kemenangan telak 6-0 ketika bertandang ke markas Turki
08 September 2025 4:46 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Turki raih kemenangan 3-2 Georgia, Wales menang tipis atas Kazakhstan
05 September 2025 4:51 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018