Kairo, (Antara/AFP) - Faksi-faksi Palestina yang berseteru, HAMAS dan Fatah --yang merupakan faksi dukungan Mahmud Abbas-- pada Rabu memulai perundingan di Kairo, Mesir, untuk menyelesaikan masalah internal serta menghidupkan kembali pemerintahan persatuan mereka. Perundingan dua hari itu akan dipusatkan pada pembahasan mengenai "pengembalian (pemerintahan persatuan) di Jalur Gaza serta penerapan kewenangannya tanpa ada halangan", kata ketua delegasi Fatah, Azzam Al-Ahmad. Perundingan dilakukan setelah delegasi gabungan Palestina dan Israel sepakat untuk mengadakan pembicaraan tidak langsung pada akhir Oktober untuk mencapai perdamaian abadi di Gaza. Di bawah mediasi Mesir, Israel dan Palestina pada 26 Agustus sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang mengakhiri perang 50 hari antara HAMAS dan pasukan Israel. Namun agar dapat berunding dengan Israel pada Oktober, perpecahan internal Palestina harus terlebih dahulu disingkirkan dan kedua faksi berseteru harus menyetujui strategi bersatu dalam perundingan dengan para perunding Yahudi. Pihak-pihak bersaing Palestina membangun pemerintahan bersatu yang independen pada Juni namun kembali terlibat dalam perselisihan. Abbas mengancam akan mengakhiri pemerintahan dan menuding HAMAS menjalankan "pemerintahan paralel" sebagai penguasa di Jalur Gaza. Sebaliknya, HAMAS menuduh Otoritas Palestina pimpinan Abbas yang berpusat di Ramallah tidak menggaji 45.000 pegawainya di Jalur Gaza. Pemerintahan bersatu juga penting keberadaannya menjelang konferensi bantuan internasional pada 12 Oktober yang akan dituanrumahi Kairo serta akan membahas masalah pembangunan kembali Jalur Gaza. (*/jno)