Obama Puji Dukungan Prancis Bagi Serangan Udara di Irak
Jumat, 19 September 2014 11:32 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Kamis, memuji Prancis atas keputusannya untuk bergabung dengan pasukan Amerika dalam melancarkan serangan udara terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak.
Sekarang Amrika Serikat terus membangun satu koalisi internasional yang luas untuk melumpuhkan dan akhirnya menghancurkan kelompok fanatik yang dikenal dengan nama ISIS, kata Obama di Gedung Putih.
"Sebagai bagian dari operasi udara Prancis akan bergabung dalam serangan terhadap ISIS di Irak," tambahnya. Ia mengonfirmasi satu pengumuman yang dikeluarkan sebelumnya oleh timpalannya dari Prancis Francois Hollande.
"Sebagai salah satu dari sekutu paling lama dan paling dekat, Prancis adalah satu mitra kuat dalam usaha-usaha kami melawan terorisme dan kita gembira bahwa tentara Prancis dan Amerika akan bekerja sama kembali bagi keamanan dan harga diri bersama."
Amerika Serikat menggalang satu koalisi dari belasan negara--sekut-sekutu Barat serta mitra-mitra di Timur Tengah-- untuk menghadapi kekuatan yang kian meningkat kelompok garis keras itu.
Tetapi tidak semua mitra Washington siap ikut langsung aksi militer dalam kegiatan itu, sejumlah dari mereka membatasi diri pada memberikan bantuan kemanusiaan atau peralatan miiiter bagi pasukan lokal Irak.
Akan tetapi Prancis kini akan ikut serta dalam operasi udara yang diluncurkan Obama oada 8 Agustus, di mana jet-jet AS dan pesawat tanpa awak telah melakukan lebih dari 176 serangan di utara negara itu.
Obama juga mengizinkan militer melakukan serangan-serangan di Suriah, di mana kelompok ISIS menguasai satu daerah luas, tetapi belum melakksanakannya dan sekutu-sekutu termasuk Prancis tidak mengatakan mereka akan ikut serta.
"Saya akan memutuskan untuk menjawab permintaan pemerintah Irak untuk meminta dukungan serangan udara," kata Hollande kepada wartawan Kamis pagi."Segera setelah kami mengidentifikasi, kami akan bertindak dalam waktu cepat."
Prancis telah melakukan penerbangan pengintaian di Irak yang dimulai Senin dan mengirim senjata-senjata ke pasukan Kurdi yang memerangi kelompok ISIS --yang kini mengubah namanya menjadi IS (Negara Islam). (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadiri pelantikan kelulusan, Wawako Maigus Nasir puji pendidikan karakter SMK-SMAK
08 October 2025 13:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018