Jokowi Usahakan Anggaran Riset Naik
Selasa, 16 September 2014 18:25 WIB
Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo mengatakan, mengusahakan anggaran untuk riset penelitian akan lebih banyak dari jumlah yang sekarang baru mencapai sekitar Rp10,4 triliun.
"Kalau sampai Rp80 triliun saya nggak janji. Tapi, kalau lebih banyak saya usahakan," kata Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi saat menghadiri Seminar LIPI dan Kuliah Umum Presiden Terpilih di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Selasa.
Menurut Kepala LIPI Prof Dr Lukman Hakim, anggaran yang mereka terima sekarang baru Rp10,4 triliun atau sekitar satu persen dari Pendapatan Domestik Bruto dari yang idealnya Rp80 triliun.
Lukman menambahkan, peningkatan anggaran tidak harus berarti ada penambahan melainkan bisa diberikan melalui insentif.
Jokowi tidak menyebutkan berapa persisnya jumlah yang akan dia alokasikan untuk riset dan berkata dana yang besar bukan masalah asalkan bisa menggerakkan penelitian.
"Tidak ada negara yang maju, yang sangat maju, tanpa lembaga penelitian yang baik," katanya.
Ia mengatakan dengan sektor pendidikan tinggi, riset dan teknologi berada dalam satu naungan kementerian, riset yang berhubungan dengan teknologi, sosial, pertanian, maritim, betul-betul bisa diaplikasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat maupun dunia usaha.
"Anggarannya dikumpulin. Anggarannya lebih jelas lari ke mana, hasilnya bisa diukur jelas," katanya.
Ia menilai selama ini riset dilakukan oleh masing-masing kementerian dan belum terintegrasi sehingga manfaat riset secara garis besar hanya dirasakan oleh kementerian itu sendiri.
"Di semua kementerian ada sehingga fokus mau menuju ke mana menjadi tidak jelas. Keluaran siapa yang memanfaatkan tidak ditindaklanjuti dengan baik," katanya.
Ia mencontohkan masih ada desa yang menggunakan alat bajak manual mengandalkan tenaga hewan untuk membajak sawah.
"Artinya, tidak ada perbaikan, teknologi yang masuk," katanya.
Ia berharap dapat memperbaharui hasil riset yanfg ada dari tahun ke tahun. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov akan usahakan bantuan bagi kelompok tani untuk olah pupuk organik
19 March 2022 20:53 WIB, 2022
Masih di bawah UMR, Ketua DPRD Sumbar usahakan gaji penyuluh pertanian lapangan tenaga harian lepas naik
29 June 2020 17:48 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018