Al-Dhafra, Uni Emirat Arab, (Antara/AFP) - Prancis telah bergabung dengan Inggris melakukan penerbangan pengintaian sebagai dukungan bagi operasi udara Amerika Serikat terhadap para jihadis di Irak yang diluncurkan awal bulan lalu, kata kementerian pertahanan, Senin. "Pagi ini, penerbangan-penerbangan pengintaian pertama akan dilaksanakan sebagai kesepakatan dengan pihak-pihak berwenang Irak dan Emirat," kata Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian kepada pasukan Prancis, para pilot, di pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab. Tak lama setelahnya, dua jet tempur Prancis, Rafale, lepas landas dari pangkalan tersebut, demikian dilaporkan koresponden AFP. Kunjungan Le Drian itu dilangsungkan di saat Paris bersiap diri menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang upaya menghadapi milisi-milisi Negara Islam (IS), yang telah menguasai wilayah-wilayah di Irak dan Suriah. Konferensi itu mendapat nilai darurat tambahan dengan terjadinya pemenggalan kepala yang dialami sandera warga negara Barat ketiga, yaitu pekerja kemanusiaan asal Inggris, David Haines, pada Sabtu. Inggris sudah terlebih dahulu melancarkan penerbangan pengintaian terus-menerus di atas Irak sebagai dukungan terhadap AS dari pangkalannya di Siprus. Namun, hingga kini Inggris masih belum melakukan serangan terhadap target-target IS. Le Drian mengatakan lawatannya ke pangkalan itu "dilakukan pada situasi yang teramat serius" terkait ancaman yang dikeluarkan oleh IS. "Kita harus siap melakukan campur tangan," katanya kepada pasukan Prancis di pangkalan, yang terletak sekitar 30 kilometer barat daya ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. "Prancis selalu siap pada setiap saat yang menentukan situasi keamanan --karena keamanan Prancis terancam oleh ini... Negara Islam palsu," kata Le Drian. Le Drian dijadwalkan bertemu dengan Pangeran Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed al-Nahayan sebelum ia bertolak menuju Mesir. (*/jno)