LSM Cemaskan Pesatnya Pembangunan Properti Hotel
Senin, 8 September 2014 13:38 WIB
Jakarta, (Antara) - Lembaga swadaya masyarakat Indonesia Property Watch mencemaskan pesatnya pembangunan properti hotel di berbagai daerah karena diperkirakan telah mencapai titik jenuh dalam meraup pangsa pasar yang tersedia.
"Indonesia Property Watch mendesak masing-masing pemda untuk tidak mengobral izin perhotelan tanpa melihat pasar yang ada," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kebijakan moratorium atau penghentian izin hotel sebaiknya segera dilakukan pemda sebelum banyak "korban berjatuhan".
Ia mengakui bahwa gurihnya bisnis perhotelah telah membuat pesatnya pertumbuhan pembangunan hotel di sejumlah kota besar di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
"Kota-kota besar khususnya dengan ekonomi berbasis wisata seperti Jakarta, Bali, dan Bandung menjadi incaran investor untuk beramai-ramai membangun hotel," ujar Ali Tranghanda.
Ia memaparkan, hotel-hotel yang baru dibangun umumnya adalah segmen hotel "budget" (hemat) dengan harga sewa Rp300-- Rp600 ribu per malam yang diperkirakan semakin menjamur di perkotaan.
Ia juga mengemukakan, hampir semua pengembang saat ini mulai melebarkan sayapnya ke bisnis perhotelan.
"Tidak hanya pengembang swasta melainkan banyak BUMN yang juga ikut bermain di pasar perhotelan sebagai bagian dari optimalisasi lahan yang ada. Namun tidak sedikit juga para pemain dadakan yang mempunyai modal yang mencoba menjajal pasar hotel," katanya.
Untuk itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch menyarankan pengembang perhotelan untuk lebih dapat membuat proyek berkonsep dan tidak bersaing frontal dengan pasar hotel biasa.
Apalagi, kata Ali, diferensiasi produk hotel seperti berbentuk vila juga dapat menjadi pilihan dalam memenangkan persaingan yang semakin ketat. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Minyak dunia jatuh, pembicaraan kenaikan suku bunga Fed cemaskan investor
25 January 2022 6:46 WIB, 2022
Supreme Energy tak ambil langkah hukum perekam video uap panas yang cemaskan masyarakat
23 February 2021 9:26 WIB, 2021
Presiden Torino cemaskan potensi cedera pemain saat Liga Italia dilanjutkan
22 May 2020 5:53 WIB, 2020
Cemaskan virus corona, emas lompat 6,50 dolar ke tertinggi tiga minggu
25 January 2020 5:57 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018